January 27th, 2012
Penulis: Okita Sisy Tiara Fotografer: Ahkamul Hakim
Hunian yang merupakan show unit apartemen yang berlokasi di kawasan Kuningan City, Jakarta ini memiliki tiga kamar tidur dengan luas 133 m2. Interiornya mengadopsi gaya resor Bali agar penghuni dapat merasakan suasana berlibur yang menyenangkan seperti di resor pada huniannya.
Suasana “hangat” diciptakan melalui perpaduan warna oranye dan material kayu pada foyer, furnitur ruang makan dan ruang keluarga serta elemen dekoratif ditambah dengan tata cahaya kekuningan yang apik.
Ruang keluarga berada di sebelah teras yang didekorasi dengan gaya Bali. Ruang makan berada berdampingan dengan pantry dengan desain modern. Cermin yang lebardigunakan agar ruangan terasa lebih luas.
Kamar tidur utama berbentuk unik seperempat lingkaran tampil mewah dan elegan dengan aplikasi warna merah marun pada bed cover yang dipadukan dengan warna putih pada karpet dan bangku (stool). Kayu tetap digunakan sebagai material penutup lantai sementara sentuhan Bali kembali tampak pada kamar mandi melalui aplikasi batu alam berwarna hitam yang dipadukan dengan ukiran khas Bali.
Penggunaan kaca yang lebar untuk memberikan kesan yang lebih luas, serta penggunaan wallpaper sehingga memberikan kesan atraktif diaplikasikan pada kamar tidur anak dan ruang kerja.
Lokasi : Show Unit Apartemen Kuningan City, Jakarta Selatan
Developer : PT. Arah Sejahtera Abadi, member of Agung Podomoro Group
Read the rest of this entry »
Posted in Interior | No Comments »
January 27th, 2012

Penulis : Qisthi Jihan Fotografer : Ahkamul Hakim
Hunian dengan lahan mungil 280 m² ini tampil dengan sosok bangunan yang modern dan perpaduan beberapa gaya yang diterapkan pada desain interiornya.
Gaya klasik oriental pada foyer diwujudkan secara detail mulai dari tiga elemen interior sampai pengadaan furnitur dan aksesori di dalamnya. Sementara pada area publik yang bergaya modern klasik, terdapat ruang menonton TV, ruang makan dan pantri berdesain lurus yang dibuat menyatu dengan orientasi ke arah kolam renang dan taman dengan bukaan lebar yang transparan. Suasana ruangan yang tenang dan “matang” berasal dari pemilihan warna dan motif furniturnya yang natural.
Ruang keluarga di lantai dua sebagai tempat berkumpul saudara dan tamu didesain lebih modern dengan furnitur simpel serbaputih, dengan unsur geometris dan garis lurus pada backdrop. Suasana nyaman dihadirkan melalui penutup lantai berbahan kayu. Bukaan lebar mengarah outdoor vertical garden memaksimalkan masuknya udara dan cahaya matahari.
Kamar tidur utama didesain bergaya modern klasik yang diterapkan dalam motif pada wallpaper, furnitur serta aksesori. Pemilihan warna turut andil dalam mewujudkan suasana yang diinginkan. Sementara kamar si puteri kecil didesain lebih ceria dengan tema “Princess”.
Fasilitas hiburan (entertainment) pada hunian ini dilengkapi dengan ruangan galeri, ruang multifungsi untuk acara keluarga, home theater dan ruang bermain anak. Melalui rancangan desain yang matang dengan pertimbangan aspek fungsi dan aspek estetis, hunian ini berhasil menjadi tempat tinggal yang berfungsi maksimal dan tampil indah sekaligus dapat mengakomodasi kebutuhan pemilik rumah.
Lokasi : Rumah Tinggal Cisanggiri, Jakarta
Desainer Interior : Agus Setiawan dan Tana Lupiana (Interior Lunate)
Kontraktor : Interior Lunate
Read the rest of this entry »
Posted in Interior | No Comments »
January 27th, 2012

Penulis : Imelda Anwar Fotografer : M. Ifran Nurdin
Berawal dari hobi sang arsitek mengoleksi bermacam bahan bangunan bekas yang kemudian didaur ulang, maka lahirlah Rempah Rumah Karya, sebuah tempat seluas 2280 m² bagi para arsitek, desainer, seniman, akademisi, mahasiswa, wiraniaga dan berbagai komunitas untuk mendiskusikan gagasan, mengadakan penelitian dan mengadakan kajian implementatif secara bersama.
Baja bekas profil CNP yang dirangkai menjadi kerangka struktural dua buah bangunan tanpa mengubah dimensi yang ada bervariasi 1,7 m sampai 2 m sehingga terbentuk kurva (loop) berwujud organik. Massa bangunan di sisi timur sebagai kantor dan area multifungsi sementara massa bangunan di sisi barat untuk bengkel. Area gudang dibuat di bagian belakang lahan.
Penutup atap menggunakan wiremesh dan bambu lalu dilapisi kertas semen yang dicat dengan cairan aspal sebagai lapisan waterproofing yang ditutup ijuk dan tanaman merambat. Dinding luar bangunan memanfaatkan kusen-kusen besi yang ditutup kaca ataupun kayu sisa beragam bentuk dan ukuran. Tiang penopang di dalam bangunan dari cor-coran semen dibuat secara terpisah lalu dipasang ke struktur bangunan (knock down).
Pagar lantai mezanin memanfaatkan plat besi limbah pabrik. Plat lantainya menggunakan lembaran styrofoam yang disusun bersama dengan wiremesh kemudian diisi oleh adukan semen. Sedangkan untuk penutup lantai, dicoba beberapa pilihan diantaranya anyaman bilah bambu yang dilapisi oleh resin.
Kedua massa bangunan disusun berseberangan menghadap ke timur dan barat dengan kolam dan pintu penghubung pada celah antara sisi panjang kedua bangunan, sementara entrance pada sisi muka. Tersedia pula tempat menginap sederhana beserta dapur dan kamar mandi serta toko untuk memasarkan produknya.
Simbolisasi rempah yang bercita rasa khas inilah yang ingin dimunculkan dalam karya-karya Rempah Rumah Karya. Beragam kegiatan diadakan seperti diskusi bersama masyarakat sekitar, open house para arsitek hingga kreasi siswa Sekolah Dasar (SD).
Lokasi : Rumah Rempah Karya di Desa Gathak, Kawasan Gajahan-Colomadu, Solo, Jawa Tengah
Arsitek : Paulus Mintarga Bersama Tim Arsitek
Read the rest of this entry »
Posted in Liputan Utama | No Comments »
January 27th, 2012
Penulis: Viva Rahwidhiyasa
Fotografer: Ahkamul Hakim
Rumah dua lantai bergaya American Classic yang diarsiteki pemiliknya sendiri ini dibangun tahun 1996 di atas lahan seluas 400 m² . Konsep taman dilatarbelakangi kesenangan pemilik terhadap tanaman sebagaimana tumbuh di habitat aslinya.
Pohon-pohon khas pegunungan ditanam di sepanjang pagar transparan yang rendah. Pohon yang membentuk kanopi dan iklim mikro kota Bogor membuat lingkungan semakin teduh. Percabangan pohon dibiarkan menjulur dan menggelayut ke berbagai arah sehingga terlihat liar tetapi tetap eksotis. Perkembangan tanaman ini dengan sendirinya mengubah pola dan komposisi tanaman. Batang-batang yang semakin meninggi “dihiasi” dengan tanaman epifit supaya tidak terlihat kosong. Spora pakis-pakisan tumbuh liar dan tersebar di beberapa sudut taman. Pemandangan hijau dibentuk oleh beberapa jenis tanaman yang menyukai suasana teduh minim cahaya. Namun, untuk memberikan aksen warna, sekali-sekali ditempatkan tanaman bunga semusim dalam pot-pot hias yang mudah dipindahkan dan diganti sesuai dengan kebutuhan.
Di area yang bersinggungan dengan bangunan terpapar sinar matahari hampir sepanjang hari memberikan peluang lebih banyak untuk “bermain” dalam detail softscape dan hardscape-nya. Sebuah kolam ikan, kolam (pond) serta beberapa jenis tanaman yang memiliki keindahan bunga seperti bakung, soka dan teratai menghiasi area ini. Permukaan tanah yang berkontur turut mencerminkan suasana di pegunungan.
Sentuhan personal berupa pot-pot hias dan patung-patung merupakan wujud apresiasi dan kepribadian sang pemilik rumah yang sangat menyukai taman. Taman yang adem dan eksotis, merupakan sebuah tempat favorit untuk keluarga berkumpul dan tempat bercengkerama seperti yang selama ini dimimpikan oleh pemilik rumah.
Lokasi: Kediaman Keluarga Ita dan Tata di Pakuan – Tajur, Bogor
Arsitek Lanskap: Ita Burhan dari Indra Tata Adilaras
Arsitek: Tata dari Indra Tata Adilaras
Read the rest of this entry »
Posted in Taman | No Comments »
January 27th, 2012
Posted in Wisata | No Comments »