<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Majalah Griya Asri</title>
	<atom:link href="http://www.griya-asri.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.griya-asri.com</link>
	<description>Arsitektur &#124; Interior &#124; Taman &#124; Lingkungan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Jan 2012 08:06:08 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Interior Klasik Ala New York</title>
		<link>http://www.griya-asri.com/2011/11/interior-klasik-ala-new-york/</link>
		<comments>http://www.griya-asri.com/2011/11/interior-klasik-ala-new-york/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2011 08:03:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Interior]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.griya-asri.com/?p=1744</guid>
		<description><![CDATA[Penulis : Qisthi Jihan Fotografer : M. Ifran Nurdin
Restoran bernuansa klasik New York tahun 30-an ini mengambil setting ala suasana film Public Enemy. Di sini pengunjung disuguhkan santapan bercita rasa American Progresif. Jack Rabbit hadir dengan suasana yang terasa nyaman yang jauh dari suasana hiruk-pikuk kota Jakarta dan berada dalam area tersendiri di sudut gedung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis : Qisthi Jihan Fotografer : M. Ifran Nurdin</p>
<p><a href="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/I-back-to-new-york-1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1746" title="I-back to new york-1" src="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/I-back-to-new-york-1.jpg" alt="" width="143" height="227" /></a>Restoran bernuansa klasik New York tahun 30-an ini mengambil setting ala suasana film Public Enemy. Di sini pengunjung disuguhkan santapan bercita rasa American Progresif. Jack Rabbit hadir dengan suasana yang terasa nyaman yang jauh dari suasana hiruk-pikuk kota Jakarta dan berada dalam area tersendiri di sudut gedung perkantoran.<br />
Melewati pintu masuk menuju ruang utama, suasana megah terasa berkat posisi plafon yang tinggi. Dalam ruangan yang cukup luas tersebut, desain interiornya didesain dengan gaya elegan melalui konsep klasik New York yang menggambarkan suasana tempat berkumpul kaum elite pada masa lalu. Penataan ruangnya didesain dengan susunan furnitur klasik dengan nuansa atmosfer ruang yang agak “gelap”.  Desain yang atraktif dengan eksplorasi tampilan material dan motif merupakan aspek yang diangkat oleh sang desainer, Willis Kusuma. Material kayu yang mendominasi, diaplikasikan dalam elemen interior seperti penggunaan lantai parket yang memberikan kesan “hangat”. Ada pula penggunaan beberapa kayu solid untuk meja makan yang berkesan rustic.<br />
Desainer pun menghadirkan unsur modern dalam aplikasi cutting laser dengan motif pengulangan garis lengkung yang digunakan sebagai dinding pada floating mezzanine.  Ruang dining restoran ini terbagi dalam empat area yaitu bar and lounge yang berada pada area depan dan dining area pada wilayah tengah. Dua area lainnya yaitu patio berupa teras belakang yang menawarkan suasana “segar” dari ruang terbuka dan floating mezzanine (mezzanine “melayang”) yang merupakan ciri khas milik Jack Rabbit.<br />
Area bar yang berada di sisi kanan pintu masuk utama, dilengkapi dengan wine cellar dengan rak setinggi plafon sebagai latar belakangnya. Area ini pun dapat menjadi pilihan pengunjung agar dapat menikmati keahlian para bartender dengan suasana yang lebih “akrab”. Sedangkan suasana yang lebih santai dapat dirasakan pada area lounge atau patio. Adapun untuk suasana yang lebih privat dan eksklusif, pengunjung dapat memesan tempat floating mezzanine dengan kapasitas 20 orang yang dapat disekat menjadi dua ruangan.</p>
<p>Lokasi : Jack Rabbit Bar and Restaurant, Jakarta<br />
Desainer Interior : Willis Kusuma</p>
<p><span id="more-1744"></span></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/I-back-to-new-york-2.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1747" title="I-back to new york-2" src="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/I-back-to-new-york-2.jpg" alt="" width="224" height="191" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/I-back-to-new-york-3.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1749" title="I-back to new york-3" src="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/I-back-to-new-york-3.jpg" alt="" width="227" height="275" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/I-back-to-new-york-4.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1750" title="I-back to new york-4" src="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/I-back-to-new-york-4.jpg" alt="" width="203" height="227" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/I-back-to-new-york-5.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1751" title="I-back to new york-5" src="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/I-back-to-new-york-5.jpg" alt="" width="212" height="227" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/I-back-to-new-york-6.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1752" title="I-back to new york-6" src="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/I-back-to-new-york-6.jpg" alt="" width="227" height="184" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.griya-asri.com/2011/11/interior-klasik-ala-new-york/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BEREKSPERIMEN  DENGAN  MATERIAL  DAN  RUANG</title>
		<link>http://www.griya-asri.com/2011/11/bereksperimen-dengan-material-dan-ruang/</link>
		<comments>http://www.griya-asri.com/2011/11/bereksperimen-dengan-material-dan-ruang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2011 07:56:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Liputan Utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.griya-asri.com/2011/11/bereksperimen-dengan-material-dan-ruang/</guid>
		<description><![CDATA[Penulis : Imelda Anwar    Fotografer : M. Ifran Nurdin

Keunikan hunian ini terletak pada eksplorasi material mutakhir, komposisi bentuk geometris nan simpel dan susunan ruang transparan sehingga memberikan kenyamanan dan dapat mengekspresikan diri pemiliknya. Konsep hunian keluarga Lie Hoksan berawal dari keinginannya untuk memiliki posisi kamar tidur yang berdekatan dengan letak area berkumpul keluarga seperti ruang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis : Imelda Anwar    Fotografer : M. Ifran Nurdin</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/LU-bereksperimen-dg-material-ruang-1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1732" title="LU-bereksperimen dg material &amp; ruang-1" src="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/LU-bereksperimen-dg-material-ruang-1.jpg" alt="" width="198" height="175" /></a></p>
<p>Keunikan hunian ini terletak pada eksplorasi material mutakhir, komposisi bentuk geometris nan simpel dan susunan ruang transparan sehingga memberikan kenyamanan dan dapat mengekspresikan diri pemiliknya. Konsep hunian keluarga Lie Hoksan berawal dari keinginannya untuk memiliki posisi kamar tidur yang berdekatan dengan letak area berkumpul keluarga seperti ruang duduk dan ruang makan, sehingga mudah diakses dan efisien. Untuk mewujudkannya, ia percayakan kepada tim arsitek Ronald Pallencaoe dan Erick Laurentius S. dari konsultan Pranala untuk mengembangkan rancangan mereka pada kaveling seluas 528 m2.</p>
<p>KONSEP  ARSITEKTUR<br />
Pada tahap awal, arsitek mengolah kontur lahan yang semakin tinggi sampai 2,5 m dari jalan ke arah belakang, dengan cara cut and fill, menjadi semibasemen untuk garasi dan area servis.  Wujud massa bangunan didominasi oleh komposisi kubus geometris yang “lugas” dan diatur saling maju-mundur secara dinamis. Pada fasad, serangkaian tangga dengan kolam hias dan tanaman air memberikan kesan welcoming ketika tamu menuju ke beranda. Bagian tengah dinding pintu masuk (entrance) diatur mundur (set back) dan dibuat dari material transparan berupa kaca lebar yang diapit oleh dinding masif sehingga menegaskan “permainan” tiga dimensi yang atraktif.<br />
Sesuai dengan keinginan pemilik rumah, lantai satu ditata untuk area semiprivat seperti pantri, ruang makan dan ruang duduk tanpa dinding penyekat serta bersisian dengan area tangga, ruang kerja dan kamar tidur utama. Area ini merupakan pusat kegiatan sehari-hari sekaligus tempat untuk menjamu kerabat pemilik rumah, sedangkan lantai dua ditata untuk kamar tidur tamu dan home theater. Untuk memaksimalkan kontinuitas visual antara ruang dalam dan lingkungan sekaligus memaksimalkan masuknya cahaya alami, dinding belakang rumah terutama di lantai satu, didominasi oleh pintu kaca lipat geser yang dapat dibuka baik ke arah selatan maupun ke arah timur.</p>
<p>EKSPERIMEN  STRUKTUR<br />
Berbeda dari konstruksi hunian umumnya, deretan pintu kaca tersebut tidak terhalang oleh kehadiran kolom struktural di pojok bangunan. Hal ini merupakan hasil eksperimen arsitek untuk memindahkan beban struktural dari kolom bangunan di lantai satu ataupun di lantai dua ke deretan tiang besi iwf di lantai dua dan sepasang kolom besi beton yang mencuat ke tengah halaman belakang. Ruang duduk yang disekat dengan deretan pintu kaca terhadap teras belakang ini juga dilengkapi dengan void menerus sampai plafon lantai dua.<br />
Terobosan lain yang berhasil dilakukan oleh tim arsitek adalah struktur tangga. Setiap anak tangga terbuat dari kayu solid sepanjang 1,2 m, kemudian ditanam ke dalam dinding dengan sistem kantilever/gantung sehingga tidak bergetar ataupun bergoyang ketika dilewati. Dinding area tangga juga dilapisi oleh veneer bermotif serat kayu dengan warna yang lebih gelap, sedangkan dinding luarnya dari kaca yang lebar sehingga area ini menjadi elemen kuat dalam bangunan.<br />
Upaya lain adalah pembuatan dinding double brick dan jalusi kayu di kamar tidur utama untuk mengurangi panas matahari. Arsitek juga banyak mengekspos dan memadupadankan warna serta tekstur material pabrikasi dan material alami secara kontras. Misalnya paduan batu curi dan batu basalto yang berwarna gelap dan bertekstur kasar dengan marmer jenis travertine ataupun serpegiante yang berserat eksotik dan memiliki permukaan licin.</p>
<p>Lokasi : Kediaman Keluarga Lie Hoksan di Bandung, Jawa Barat<br />
Arsitektur dan Interior : Ronald Pallencaoe dan Erick Laurentius S. dari Konsultan Pranala</p>
<p><span id="more-1731"></span></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/LU-bereksperimen-dg-material-ruang-2.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1733" title="LU-bereksperimen dg material &amp; ruang-2" src="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/LU-bereksperimen-dg-material-ruang-2.jpg" alt="" width="198" height="163" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/LU-bereksperimen-dg-material-ruang-3.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1735" title="LU-bereksperimen dg material &amp; ruang-3" src="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/LU-bereksperimen-dg-material-ruang-3.jpg" alt="" width="198" height="171" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/LU-bereksperimen-dg-material-ruang-4.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1736" title="LU-bereksperimen dg material &amp; ruang-4" src="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/LU-bereksperimen-dg-material-ruang-4.jpg" alt="" width="198" height="158" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/LU-bereksperimen-dg-material-ruang-5.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1737" title="LU-bereksperimen dg material &amp; ruang-5" src="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/LU-bereksperimen-dg-material-ruang-5.jpg" alt="" width="132" height="198" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/LU-bereksperimen-dg-material-ruang-6.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1738" title="LU-bereksperimen dg material &amp; ruang-6" src="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/LU-bereksperimen-dg-material-ruang-6.jpg" alt="" width="198" height="165" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/LU-bereksperimen-dg-material-ruang-7.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1739" title="LU-bereksperimen dg material &amp; ruang-7" src="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/LU-bereksperimen-dg-material-ruang-7.jpg" alt="" width="163" height="198" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/LU-bereksperimen-dg-material-ruang-8.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1740" title="LU-bereksperimen dg material &amp; ruang-8" src="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/LU-bereksperimen-dg-material-ruang-8.jpg" alt="" width="198" height="164" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/LU-bereksperimen-dg-material-ruang-9.jpg"><img class="size-full wp-image-1741 aligncenter" title="LU-bereksperimen dg material &amp; ruang-9" src="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/LU-bereksperimen-dg-material-ruang-9.jpg" alt="" width="318" height="158" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.griya-asri.com/2011/11/bereksperimen-dengan-material-dan-ruang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KERAMIK SEMAKIN MEMESONA</title>
		<link>http://www.griya-asri.com/2011/11/keramik-semakin-memesona/</link>
		<comments>http://www.griya-asri.com/2011/11/keramik-semakin-memesona/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2011 07:52:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.griya-asri.com/?p=1721</guid>
		<description><![CDATA[Penulis : Denyza Sukma     Fotografer : M. Ifran Nurdin
Seiring dengan kemajuan teknologi, melalui beberapa teknik pembuatan kini gerabah yang semula dikenal sebagai bahan dasar kebutuhan rumah tangga, sudah menjadi produk bergengsi di dunia industri barang kerajinan yang semakin memesona. Keramik yang dihasilkan dari proses bakaran tinggi akan menghasilkan produk yang berkualitas, terutama dari segi desain.
Teknik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis : Denyza Sukma     Fotografer : M. Ifran Nurdin</p>
<p><a href="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/S-keramik-semakin-memesona-1.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-1723" title="S-keramik semakin memesona-1" src="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/S-keramik-semakin-memesona-1.jpg" alt="" width="170" height="114" /></a>Seiring dengan kemajuan teknologi, melalui beberapa teknik pembuatan kini gerabah yang semula dikenal sebagai bahan dasar kebutuhan rumah tangga, sudah menjadi produk bergengsi di dunia industri barang kerajinan yang semakin memesona. Keramik yang dihasilkan dari proses bakaran tinggi akan menghasilkan produk yang berkualitas, terutama dari segi desain.<br />
Teknik pembuatan keramik ada beberapa macam, seperti teknik putar, teknik pinci, teknik pilin, teknik lempeng dan teknik cetak cor. Adapun untuk finishing-nya sangat beragam. Tekstur keramik banyak dihasilkan dari berbagai penggunaan material dan inovasi terbaru pengerajin dalam menciptakan keramik tersebut. Seperti yang dilakukan oleh Deni Yana misalnya, salah seorang Dosen ITB jurusan Keramik yang memanfaatkan limbah kertas koran menjadi keramik.<br />
Ia menjelaskan bahwa kertas koran terlebih dahulu dibuat bubur kertas (pulp), lalu dicampur dengan adonan tanah liat (jenis stoneware) yang berasal dari Sukabumi. Setelah adonan bercampur dengan baik kemudian dibakar di oven dengan suhu 1.250 derajat Celcius. Menurutnya, ada dua alasan mengapa harus dicampur dengan kertas koran. Pertama, karena kertas pada suhu tertentu akan terbakar sehingga tercampur dengan adonan tanah dan menjadi lebih ringan. Kedua, adonan menjadi lebih elastis seperti paper clay sehingga dengan mudah dapat dibentuk sesuai dengan imajinasi sang pengrajin.<br />
Adonan yang sudah tercampur tersebut kemudian dituangkan ke atas gypsum dengan ketebalan tertentu. Setelah itu teksturnya dibuat dengan cara meletakkan kain pel di atasnya (tekstur kain pel yang bergaris-garis mirip dengan guratan daun). Kemudian di atas kain tersebut di-roller sehingga tekstur kain dapat melekat di atas adonan tersebut. Setelah menempel teksturnya, maka siaplah untuk dibentuk. Proses akhir adalah membakar dengan suhu bakaran tinggi dengan memberikan glazur agar hasilnya sesuai dengan desain yang diinginkan.<br />
Karya yang dihasilkan Deni Yana berupa benda seni (artwork) dan produk yang fungsional. Khusus untuk produk fungsional, ia membuat wadah berupa pincuk, yang merupakan wadah tradisional khas Jawa Barat yang terbuat dari daun pisang yang di kedua ujungnya ditekuk dan disemat dengan potongan lidi. Dalam hal ini Deni Yana ingin memopulerkan teknik bungkus yang umumnya memakai daun yang kini diganti dengan material baru yaitu keramik.</p>
<p>Lokasi    :  Tierra Hejo, Parongpong – Lembang<br />
Jawa Barat</p>
<p><span id="more-1721"></span></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/S-keramik-semakin-memesona-2.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1724" title="S-keramik semakin memesona-2" src="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/S-keramik-semakin-memesona-2.jpg" alt="" width="114" height="170" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/S-keramik-semakin-memesona-3.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1725" title="S-keramik semakin memesona-3" src="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/S-keramik-semakin-memesona-3.jpg" alt="" width="170" height="114" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/S-keramik-semakin-memesona-4.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1726" title="S-keramik semakin memesona-4" src="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/S-keramik-semakin-memesona-4.jpg" alt="" width="114" height="170" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/S-keramik-semakin-memesona-5.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1728" title="S-keramik semakin memesona-5" src="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/S-keramik-semakin-memesona-5.jpg" alt="" width="114" height="170" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/S-keramik-semakin-memesona-6.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1729" title="S-keramik semakin memesona-6" src="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/S-keramik-semakin-memesona-6.jpg" alt="" width="170" height="114" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.griya-asri.com/2011/11/keramik-semakin-memesona/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wadah Kreasi Anak Indonesia</title>
		<link>http://www.griya-asri.com/2011/11/wadah-kreasi-anak-indonesia/</link>
		<comments>http://www.griya-asri.com/2011/11/wadah-kreasi-anak-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2011 07:49:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tema]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.griya-asri.com/?p=1712</guid>
		<description><![CDATA[Penulis: Okita Sisy Tiara    Fotografer: M. Ifran Nurdin
Sebagai bentuk pelestarian budaya Indonesia, Koloni Indonesia hadir dengan semangat untuk memberikan dukungan kepada industri kreatif lokal. Berlokasi di lantai dua Mall of Indonesia (MOI), terdapat sekitar 100 buah retail di lahan seluas 1500 m2. Setiap retail menawarkan beragam produk lokal mulai dari beberapa jenis produk fashion, home [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis: Okita Sisy Tiara    Fotografer: M. Ifran Nurdin</p>
<p><a href="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/Tema-wadah-kreasi-1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1714" title="Tema-wadah kreasi-1" src="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/Tema-wadah-kreasi-1.jpg" alt="" width="132" height="198" /></a>Sebagai bentuk pelestarian budaya Indonesia, Koloni Indonesia hadir dengan semangat untuk memberikan dukungan kepada industri kreatif lokal. Berlokasi di lantai dua Mall of Indonesia (MOI), terdapat sekitar 100 buah retail di lahan seluas 1500 m2. Setiap retail menawarkan beragam produk lokal mulai dari beberapa jenis produk fashion, home furniture, aksesori fashion, aksesori gadget sampai home accessories.<br />
Melia Prawira sebagai Koordinator Koloni Indonesia dari Mall of Indonesia (MOI) mengatakan bahwa MOI melalui Koloni Indonesia mengumpulkan para desainer asli Indonesia untuk mengakomodasi anak-anak Indonesia yang mempunyai kreativitas tinggi, untuk dapat memperkenalkan produknya kepada masyarakat agar dapat diapresiasi dengan baik. Melia Prawira menambahkan bahwa Koloni Indonesia akan menjadi ikon MOI karena unsur Indonesia-nya yang begitu kental baik secara desain, produk-produk lokal yang ditawarkan maupun para pengusahanya yang merupakan anak Indonesia.<br />
Konsep setiap retail yang dihadirkan oleh Koloni Indonesia tergolong unik yaitu dengan memasukkan hal-hal yang merupakan ciri khas arsitektur nusantara. Gregorius Supie Yolodi dan Maria Rosantina sebagai arsitek membagi retail-retail tersebut menjadi beragam tipe. Misalnya tipe retail dengan corak batik, tipe retail dengan sentuhan bata merah, tipe retail dengan material bambu sampai tipe retail yang mirip “kurungan”. Dengan beragam tipe retail tersebut, arsitek berhasil menampilkan suasana nusantara yang begitu kuat. Hal ini juga ditunjang dengan produk-produk yang ditawarkan oleh setiap retail tersebut.<br />
Selain beragam produk, Koloni Indonesia juga merupakan wadah tempat kita bebas mengekspresikan gaya dan minat kita dengan mengikuti berbagai macam event dan kegiatan seperti band, workshop lukisan, mematung dan keterampilan lainnya, yang biasanya diadakan pada akhir pekan. Pada prinsipnya semua kegiatan di Koloni Indonesia berasal dari anak Indonesia dan diperuntukkan untuk anak Indonesia sesuai dengan tagline yang diusungnya yaitu mendukung kreativitas, eksistensi dan keaslian seluruh karya anak bangsa.<br />
Lokasi        : Mall of Indonesia (MOI) di Kawasan Kelapa Gading, Jakarta<br />
Arsitek        : Gregorius Supie Yolodi dan Maria Rosantina dari D-associates</p>
<p><span id="more-1712"></span></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/Tema-wadah-kreasi-2.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1715" title="Tema-wadah kreasi-2" src="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/Tema-wadah-kreasi-2.jpg" alt="" width="198" height="132" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/Tema-wadah-kreasi-3.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1717" title="Tema-wadah kreasi-3" src="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/Tema-wadah-kreasi-3.jpg" alt="" width="198" height="132" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/Tema-wadah-kreasi-4.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1718" title="Tema-wadah kreasi-4" src="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/Tema-wadah-kreasi-4.jpg" alt="" width="198" height="132" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/Tema-wadah-kreasi-5.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1719" title="Tema-wadah kreasi-5" src="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/Tema-wadah-kreasi-5.jpg" alt="" width="132" height="198" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.griya-asri.com/2011/11/wadah-kreasi-anak-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>“SURPRISING” GARDEN</title>
		<link>http://www.griya-asri.com/2011/11/%e2%80%9csurprising%e2%80%9d-garden/</link>
		<comments>http://www.griya-asri.com/2011/11/%e2%80%9csurprising%e2%80%9d-garden/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2011 07:43:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Taman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.griya-asri.com/?p=1702</guid>
		<description><![CDATA[Penulis : Viva Rahwidhiyasa   Fotografer : M. Ifran Nurdin

Taman yang mengelilingi bangunan berarsitektur tropis ini berbentuk persegi tak beraturan, dimana luasannya mencapai 1950 m² dalam formasi bentuk huruf  U. Perbedaan desain di setiap area memberikan surprise (kejutan) yang tidak membosankan.
Keinginan pemilik rumah menghadirkan ruang terbuka untuk beraktivitas menguatkan keinginannya untuk fokus pada pengembangan taman saja. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis : Viva Rahwidhiyasa   Fotografer : M. Ifran Nurdin</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/T-suprising-garden-1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1704" title="T-suprising garden-1" src="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/T-suprising-garden-1.jpg" alt="" width="198" height="132" /></a></p>
<p>Taman yang mengelilingi bangunan berarsitektur tropis ini berbentuk persegi tak beraturan, dimana luasannya mencapai 1950 m² dalam formasi bentuk huruf  U. Perbedaan desain di setiap area memberikan surprise (kejutan) yang tidak membosankan.<br />
Keinginan pemilik rumah menghadirkan ruang terbuka untuk beraktivitas menguatkan keinginannya untuk fokus pada pengembangan taman saja. Prinsip rumah sehat, dengan matahari dan udara segar yang mengalir lancar diantara ruang-ruang dalamnya merupakan gambaran wujud sebuah konsep rumah ideal di perkotaan. Taman yang dikembangkan secara bertahap tersebut menerapkan konsep “taman tumbuh” karena pengembangan konsep dilakukan secara bertahap dan parsial. Pohon-pohon dan tanaman utama pada setiap area dipertahankan karena sudah membuat formasi bentuk dan komposisi yang berproses secara alami.<br />
Secara keseluruhan taman tersebut terbagi menjadi tiga zona dengan regol (pintu kecil lengkap dengan gerbang) yang menandai batas antarzona. Zona utama yang ukurannya paling luas berada pada area yang mengelilingi bangunan utama. Adapun kedua zona lainnya berada pada posisi menyiku dengan zona utama tersebut. Kegiatan utama di ruang luar seperti berenang dan bersantai terletak di zona utama. Sebuah kolam renang berbentuk persegi memanjang mendominasi ruang pada zona ini. Kolam renang tersebut dilengkapi dengan sebuah gazebo dan dek kayu yang dilengkapi dengan seperangkat kursi taman. Untuk menunjang kenyamanan, pepohonan di seputar area ini sengaja dibiarkan rimbun dengan kanopi yang lebar seperti pohon kapuk randu jenis Variegata dan kelapa gading yang meneduhi seputar area aktivitas.<br />
Ruang-ruang perantara didesain menyatu yang tujuannya untuk menyamarkan dinding pembatas atau lekukan-lekukan bidang masif yang memisahkan batas kaveling dengan tetangga. Nuansa tropikal sangat kental terasa melalui pemilihan tanaman bertekstur daun lebar dan hijau seperti Heliconia, Calathea rosemary dan Philodendron. Kerimbunan sangat terasa pada area di seputar pintu masuk (entrance) yag didesain unik dalam “kerangka boks kayu”. Sepasang kamboja meneduhi “bangunan transparan” ini, dipercantik dengan tanaman semak rendah yang dikomposisikan secara simetris.<br />
Zona aktivitas lainnya berada pada kaveling berbentuk square didesain tertutup dengan sebuah regol sebagai akses yang dihubungkan dengan zona lainnya. Area ini didesain menyerupai suasana sebuah resor yang menyenangkan. Sebuah gazebo dengan sentuhan tropis modern menempati sudut terjauh, desain nya seolah-olah “melayang” dengan kolam ikan yang mengelilinginya. Selebihnya berupa hamparan rumput hijau dan pepohonan rindang. Sebuah area rumput ditinggikan kontur tanahnya dalam pola lekukan organik yang dimodifikasi menjadi putting green untuk berlatih golf. Permukaan tanah ditutup dengan rumput sintetis dan datar.<br />
Zona yang terletak pada posisi paling belakang merupakan pelengkap dari area carport. Beberapa tanaman peneduh dadap merah ditanam di sepanjang pagar, lalu diantaranya diisi dengan beragam tanaman seperti bunga sepatu (Hibiscus), serta tanaman semak yang berukuran lebih rendah, yang tumbuh dan saling mengisi celah sehingga penampakan dinding pagar menjadi tersamar dan terlihat cantik. Konsentrasi hijauan lainnya difokuskan pada tepian yang berada di sepanjang selasar yang menghubungkan pos satpam ke arah garasi. Strukstur atap selasar yang datar dilengkapi dengan tanaman Lee Kwan Yeu yang tumbuhnya menjuntai sehingga membentuk “tirai” yang menutup bidang selasar. Apabila kita berjalan di dalam selasar, akan lebih terasa “sensasi” hijaunya, melewati tanaman hijau yang menyejukkan mata.<br />
Lokasi :<br />
Kediaman Keluarga Robert<br />
Pondok Aren – Bintaro</p>
<p>Lanskap :<br />
Rustam dari GonKu Lanskap</p>
<p><span id="more-1702"></span></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/T-suprising-garden-2.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1705" title="T-suprising garden-2" src="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/T-suprising-garden-2.jpg" alt="" width="150" height="198" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/T-suprising-garden-3.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1706" title="T-suprising garden-3" src="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/T-suprising-garden-3.jpg" alt="" width="132" height="198" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/T-suprising-garden-4.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1707" title="T-suprising garden-4" src="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/T-suprising-garden-4.jpg" alt="" width="198" height="132" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/T-suprising-garden-5.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1708" title="T-suprising garden-5" src="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/T-suprising-garden-5.jpg" alt="" width="198" height="132" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/T-suprising-garden-6.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1709" title="T-suprising garden-6" src="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/T-suprising-garden-6.jpg" alt="" width="198" height="132" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/T-suprising-garden-7.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1710" title="T-suprising garden-7" src="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2011/11/T-suprising-garden-7.jpg" alt="" width="198" height="132" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.griya-asri.com/2011/11/%e2%80%9csurprising%e2%80%9d-garden/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

