<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Majalah Griya Asri</title>
	<atom:link href="http://www.griya-asri.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.griya-asri.com</link>
	<description>Arsitektur &#124; Interior &#124; Taman &#124; Lingkungan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 16 Feb 2010 03:12:36 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>The Lesson Learn ARCHITECTOUR 2009 di Bali</title>
		<link>http://www.griya-asri.com/2010/02/the-lesson-learn-architectour-2009-di-bali/</link>
		<comments>http://www.griya-asri.com/2010/02/the-lesson-learn-architectour-2009-di-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 03:12:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.griya-asri.com/?p=155</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Viva Rahwidhiyasa    Fotografer : Didan Sardjono

Bambu merupakan material lokal yang potensial untuk dikembangkan. Selain eksotis, bambu juga memiliki karakter fisik yang kuat dengan kelenturan yang tinggi sehingga layak digunakan untuk elemen struktural dan non struktural pada bangunan.
Di Indonesia bangunan yang terbuat dari bambu identik dengan bangunan sederhana dan erat kaitannya dengan yang “berbau” [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Viva Rahwidhiyasa    Fotografer : Didan Sardjono</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2010/02/DSC_3157-copy.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-156" title="DSC_3157 copy" src="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2010/02/DSC_3157-copy.jpg" alt="" width="283" height="188" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Bambu merupakan material lokal yang potensial untuk dikembangkan. Selain eksotis, bambu juga memiliki karakter fisik yang kuat dengan kelenturan yang tinggi sehingga layak digunakan untuk elemen struktural dan non struktural pada bangunan.</p>
<p>Di Indonesia bangunan yang terbuat dari bambu identik dengan bangunan sederhana dan erat kaitannya dengan yang “berbau” tradisional. Eksplorasi bambu dalam aplikasi desain modern sudah banyak dilakukan tetapi belum memasyarakat secara luas. Namun, beberapa arsitek lokal telah meraih sukses dengan karya spektakuler tingkat dunia karena berhasil bereksplorasi dengan bambu untuk karya desainnya. Eksplorasi bambu pada dunia desain dan arsitektur menjadi satu alternatif untuk mewujudkan spirit lokal. Desain yang berspirit lokal ini merupakan suatu bentuk nyata dalam upaya gerakan hemat energi yang menciptakan perancangan berorientasi pada alam. Hal  di atas mengejawantah pada acara field seminar Green Design ARCHITECTOUR 2009 yang diselenggarakan oleh Green Design Community dan Majalah Griya Asri didukung oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) daerah Bali yang berlangsung dari tanggal 27 – 30 Oktober 2009 di Bali.</p>
<p><span id="more-155"></span></p>
<p>Acara seminar, workshop dan fieldtrip yang bertema Local-Renewable-Simple ini menjadi satu bukti komitmen dan aksi dari komunitas ini akan kepedulian terhadap isu global warming yang mengemuka saat ini. Acara ini terselenggara berkat dukungan dari Majalah Griya Asri, Tualang Adventure, IAI Bali dan Bank BNI dan BNI Griya yang diikuti oleh peserta dari beragam profesi. Kegiatan ini dipandu oleh arsitek Budi Faisal sebagai team leader dengan pembicara tamu seperti Popo Danes, Budi Pradono, Ketut Rana dari IAI Bali serta Ketut Siandana dari WAKA group.  Selain indoor seminar, juga diadakan kunjungan lapangan ke beberapa objek pilihan sebagai bagian dari agenda acara.<br />
Dari perjalanan selama di Bali ini dapat ditarik benang merah yang menyimpulkan kesamaan pandangan bahwa perlu ada eksplorasi desain yang dapat mengangkat citra bambu dari tradisional menjadi lebih modern agar mudah diterima masyarakat dari beragam strata. Untuk menghasilkan desain yang ramah lingkungan dapat dilakukan melalui pendekatan lokalitas yang melebur dengan alam meskipun dengan cara yang paling sederhana sekalipun. Nilai (value) sebuah karya tidak digambarkan melalui kemewahan visual saja, tetapi juga bisa melalui kesederhanaan yang menyentuh hati.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2010/02/DSC_3095-copy.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-157" title="DSC_3095 copy" src="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2010/02/DSC_3095-copy.jpg" alt="" width="283" height="188" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2010/02/DSC_3198-copy.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-158" title="DSC_3198 copy" src="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2010/02/DSC_3198-copy.jpg" alt="" width="283" height="188" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2010/02/DSC_3621-copy.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-159" title="DSC_3621 copy" src="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2010/02/DSC_3621-copy.jpg" alt="" width="283" height="188" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2010/02/IMG_1154.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-160" title="IMG_1154" src="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2010/02/IMG_1154.jpg" alt="" width="213" height="283" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.griya-asri.com/2010/02/the-lesson-learn-architectour-2009-di-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Benda Seni dari Kayu tak Bernilai</title>
		<link>http://www.griya-asri.com/2010/02/benda-seni-dari-kayu-tak-bernilai/</link>
		<comments>http://www.griya-asri.com/2010/02/benda-seni-dari-kayu-tak-bernilai/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 03:08:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Taman]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.griya-asri.com/?p=149</guid>
		<description><![CDATA[Penulis dan fotografer : Viva Rahwidhiyasa

Kayu memang eksotis. Pola guratan, warna dan bentuk yang sangat alami pada kayu memberikan daya pikat yang tiada duanya. Bahkan sisa bonggol kayu yang tidak terpakai pun, bisa menjadi sebuah benda seni yang bernilai.
Bonggol kayu merupakan bagian batang pohon yang tidak dapat digunakan lagi. Bonggol kayu dapat berasal dari pangkal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis dan fotografer : Viva Rahwidhiyasa</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2010/02/DSC09672-copy.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-150" title="DSC09672 copy" src="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2010/02/DSC09672-copy.jpg" alt="" width="283" height="213" /></a></p>
<p>Kayu memang eksotis. Pola guratan, warna dan bentuk yang sangat alami pada kayu memberikan daya pikat yang tiada duanya. Bahkan sisa bonggol kayu yang tidak terpakai pun, bisa menjadi sebuah benda seni yang bernilai.</p>
<p>Bonggol kayu merupakan bagian batang pohon yang tidak dapat digunakan lagi. Bonggol kayu dapat berasal dari pangkal batang sampai ke akar tunjangnya, atau sisa-sisa potongan antar cabang yang ternyata memiliki keunikan bentuk yang semula tidak ada artinya.</p>
<p style="text-align: left;"><span id="more-149"></span><br />
Dengan sedikit sentuhan sebuah potongan yang tersisa dari bagian peralihan batang utama dan cabang, dapat “disulap” menjadi sebuah kursi taman yang cantik melengkapi sebuah taman di tepi kolam. Ada pula yang memanfaatkan sebongkah kayu tua yang bentuknya tidak beraturan dan sudah cacat karena banyak bekas luka pada batang nya. Kayu tersebut dibiarkan apa adanya, kemudian ditempatkan secara horizontal dan diberi penyangga kaki, sehingga dapat berubah fungsi menjadi kursi taman. Lekukan batang yang sudah ada sejak semula menjadi penahan ketika kita duduk di atasnya.</p>
<p>Kayu-kayu tersebut diberi pelapis transparan agar lebih tahan dengan pengaruh cuaca baik panas maupun hujan, meskipun ketahanannya juga tergantung kepada jenis kayunya. Namun demikian tampilan yang alami lebih berkesan apa adanya semakin memberikan daya pikat yang mempesona.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2010/02/IMG_1886-copy.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-151" title="IMG_1886 copy" src="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2010/02/IMG_1886-copy.jpg" alt="" width="189" height="283" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2010/02/IMG_1939-copy.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-152" title="IMG_1939 copy" src="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2010/02/IMG_1939-copy.jpg" alt="" width="189" height="283" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.griya-asri.com/2010/02/benda-seni-dari-kayu-tak-bernilai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hidup Bersama Gempa</title>
		<link>http://www.griya-asri.com/2010/02/hidup-bersama-gempa/</link>
		<comments>http://www.griya-asri.com/2010/02/hidup-bersama-gempa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 03:04:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.griya-asri.com/?p=144</guid>
		<description><![CDATA[Penulis : Rifki Sungkar

Akhir-akhir ini gempa bumi datang silih berganti di negara kita, hanya satu bulan setelah gempa di Jawa Barat pada tanggal 2 September, Kota Padang dan sekitarnya di Sumatera Barat diluluhlantakkan oleh goncangan dahsyat pada tanggal 30 September 2009.
Sesungguhnya tidak ada wilayah di Indonesia yang aman dari intaian gempa bumi, kecuali pulau Kalimantan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis : Rifki Sungkar</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2010/02/IMG_3753-copy.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-145" title="IMG_3753 copy" src="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2010/02/IMG_3753-copy.jpg" alt="" width="283" height="189" /></a></p>
<p>Akhir-akhir ini gempa bumi datang silih berganti di negara kita, hanya satu bulan setelah gempa di Jawa Barat pada tanggal 2 September, Kota Padang dan sekitarnya di Sumatera Barat diluluhlantakkan oleh goncangan dahsyat pada tanggal 30 September 2009.<br />
Sesungguhnya tidak ada wilayah di Indonesia yang aman dari intaian gempa bumi, kecuali pulau Kalimantan. Letak negara kita berada di jalur pertemuan lempeng-lempeng tektonik yang dikenal dengan istilah jalur cincin api (ring of fire). Pantai Barat Sumatera, Pantai Selatan Jawa, Bali, dan NTB  menjadi tempat pertemuan antara lempeng Eurasia dan lempeng Indo-Australia. Adapun di bagian timur NTT terus ke bagian utara Sulawesi, Maluku dan Papua situasinya lebih rumit karena ada empat lempeng saling bertemu yaitu lempeng-lempeng Pasifik, Australia, Eurasia dan Filipina. Sampai kini lempeng-lempeng tersebut masih terus saling menekan yang menyebabkan terjadinya gempa bumi. Lalu mengapa beberapa tahun belakangan terjadi gempa besar secara beruntun? Gempa-gempa besar sebenarnya telah terjadi beberapa ratus tahun lalu, melepaskan sejumlah energi berkekuatan dahsyat. Kini energi-energi dari tumbukan lempeng tektonik tersebut telah terakumulasi kembali dan siap untuk dilepaskan. Dimulai dari  Aceh tahun 2004, gempa-gempa berkekuatan besar terjadi secara beruntun menimpa berbagai daerah dan dalam pola yang acak, tidak menjalar secara berurutan. Ancaman bencana ini tidak hanya menimpa kota-kota di pesisir saja tetapi juga di daerah bagian dalam daratan. Patahan-patahan di dalam bumi yang saling bergesekan banyak tersebar di daratan, dapat terpengaruh oleh gempa tektonik sehingga menimbulkan gempa seperti yang terjadi di Yogyakarta.</p>
<p><span id="more-144"></span>Sekalipun tidak dapat diperkirakan kapan datangnya dan seberapa besar kekuatannya, bencana gempa tetap akan terus terjadi di Indonesia. Pindah ke pulau atau negara lain yang aman dari gempa mungkin bukanlah solusi yang diinginkan banyak orang dalam menghindari bencana gempa. Satu-satunya jalan adalah kita harus mampu hidup berdampingan dengan gempa bumi. Adaptasi harus dilakukan baik sebelum, saat dan setelah terjadi gempa. Dalam persiapan menghadapi gempa, kita harus membekali diri dengan pengetahuan tentang apa yang harus dilakukan saat terjadi gempa. Seperti bagaimana cara berlindung di dalam rumah, gedung tinggi, di luar rumah atau dalam kendaraan. Kita juga harus waspada akan longsor dan pohon tumbang apabila sedang berada di daerah pegunungan atau bencana tsunami apabila berada di kawasan pantai. Keterampilan dalam melakukan pertolongan pertama saat terjadi kecelakaan menjadi penting untuk dikuasai. Jangan pula lupa untuk menyimpan  nomor-nomor telepon penting yang dapat dihubungi bila terjadi gempa.</p>
<p>Selain itu, kawasan hunian juga harus dipersiapkan secara seksama dalam upaya menghadapi gempa. Kondisi tanah harus dipertimbangkan, apakah cukup kompak untuk menahan fondasi bangunan atau sebaliknya terlalu lunak sehingga dapat memperkuat getaran akibat gempa dan mematahkan fondasi. Dengan adanya peta geologi yang sekarang mudah didapat, kondisi ini  tidak sulit untuk diketahui. Membangun rumah dengan struktur tahan gempa juga harus menjadi pilihan utama. Kasus gempa di Jawa Barat dan Sumatera Barat menunjukkan bahwa banyak bangunan runtuh karena tidak dirancang untuk tahan gempa. Strukturnya harus bersifat kenyal seperti memiliki kolom praktis, balok keliling dan sloof,  serta menggunakan bahan-bahan bangunan seringan mungkin. Semakin fleksibel dan ringan bangunan maka akan semakin kecil beban gempa yang diterima. Memang kemungkinan besar kita akan mengeluarkan biaya ekstra untuk upaya ini. Namun, itulah yang harus dilakukan untuk dapat hidup tenang di negeri penuh gempa ini.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2010/02/DSC_0050-copy.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-146" title="DSC_0050 copy" src="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2010/02/DSC_0050-copy.jpg" alt="" width="283" height="190" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2010/02/IMG_3971-copy.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-147" title="IMG_3971 copy" src="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2010/02/IMG_3971-copy.jpg" alt="" width="283" height="189" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.griya-asri.com/2010/02/hidup-bersama-gempa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>GREEN DESIGN AWARD 2009</title>
		<link>http://www.griya-asri.com/2010/02/green-design-award-2009/</link>
		<comments>http://www.griya-asri.com/2010/02/green-design-award-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 03:00:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.griya-asri.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[Penulis : Viva Rahwidhiyasa  Fotografer : Ahkamul hakim
Green Design Award 2009 yang diselenggarakan oleh majalah Griya Asri merupakan sebuah langkah ke depan sebagai bentuk komitmen MGA kepada pembaca setia MGA. Karya-karya “green” untuk senantiasa memberi inspirasi akan segala hal yang menunjang kehidupan yang lebih berorientasi pada perancangan ramah lingkungan (inspiring eco living). Penghargaan ini juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis : Viva Rahwidhiyasa  Fotografer : Ahkamul hakim</p>
<p>Green Design Award 2009 yang diselenggarakan oleh majalah Griya Asri merupakan sebuah langkah ke depan sebagai bentuk komitmen MGA kepada pembaca setia MGA. Karya-karya “green” untuk senantiasa memberi inspirasi akan segala hal yang menunjang kehidupan yang lebih berorientasi pada perancangan ramah lingkungan (inspiring eco living). Penghargaan ini juga kami tujukan kepada perancang dan pemilik rumah karena sudah selangkah lebih maju dengan memulai aksi membuat sebuah karya berkonsep green.</p>
<p>Karya-karya terbaik yang telah hadir mengisi MGA mulai dari edisi Januari 2008 hingga Oktober 2009 diseleksi oleh tim juri yang terdiri dari arsitek Budi Sukada dan Priandono Nurhadi, serta arsitek lanskap Nirwono Joga. Ketiganya merupakan profesional di bidangnya yang tidak perlu diragukan lagi kiprah dan komitmennya terhadap profesinya.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2010/02/0633+0634+0635++.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-137" title="0633+0634+0635++" src="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2010/02/0633+0634+0635++.jpg" alt="" width="283" height="239" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2010/02/0633+0634+0635++.jpg"></a><span id="more-135"></span></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2010/02/9591+9592.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-138" title="9591+9592" src="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2010/02/9591+9592.jpg" alt="" width="283" height="126" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2010/02/IMG-0570+0571.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-139" title="IMG 0570+0571" src="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2010/02/IMG-0570+0571.jpg" alt="" width="283" height="221" /></a></p>
<p>Tiga Karya Desain Terbaik.</p>
<p><strong>1</strong><strong>. Rumah Tinggal di Bangka – Jakarta Selatan karya arsitek Tan Tjiang Ay – terbit di majalah Griya Asri edisi bulan Januari 2008 berjudul : Selasar Sebagai Orientasi Hunian. </strong><br />
Karya desain yang memiliki keunggulan dan kreativitas dalam keterbatasan lahan yang selalu menjadi kendala hunian di wilayah urban. Konsep ruang –ruang linear menghasilkan alur yang mampu menciptakan aliran udara sehat dan cahaya alami yang nyaman ke dalam rumah. Kreasi ini secara keseluruhan mampu memberi solusi desain dengan cara yang sederhana namun bersahaja.</p>
<p><strong>2.Rumah keluarga Titan Hermawan di Cilandak Jakarta Selatan, karya arsitek Adi Purnomo – terbit di majalah Griya Asri edisi khusus September 2008 berjudul : Spirit Hijau dalam Desain Hunian.</strong><br />
Sebuah rumah yang terletak di wilayah suburban yang masih berada diantara lokasi hijau Jakarta Selatan. Objek ini menerapkan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) yang optimal ditambah lagi dengan pemanfaatan atap menjadi bagian dari ruang hijaunya melalui roof garden. Banyak mengeksplorasi pemakaian material lokal untuk komponen arsitektur sehingga menampilkan karakter visual yang unik dan spesifik. Konsep ruang menghasilkan sirkulasi udara dan cahaya yang baik sehingga dalam situasi normal meminimalkan pemakaian alat pendingin udara (AC). Keberadaan taman tidak saja menjadi elemen estetis bangunan tetapi juga sebagai elemen fungsional yang terpadu harmpnis dengan bangunan.</p>
<p><strong>3.Rumah Seni Salihara di Pasar Minggu Jakarta Selatan karya arsitek Adi Purnomo, Andra Matin dan Marco Kusuma – terbit di majalah Griya Asri edisi bulan Februari 2009 berjudul : Rumah Baru Seni dan Budaya.</strong><br />
Sebuah bangunan yang diperuntukkan untuk kegiatan berkesenian yang dibangun oleh konsorsium beberapa arsitek ternama yang masing-masing memiliki karakter tersendiri. Karakter bangunan sangat “hijau” dan berkesan “bisa bernafas”.Konsep greenery yang mengelilingi bangunan sangat sarat dengan falsafah disesuaikan dengan falsafah bangunan yang ditujukan untuk pusat edukasi. Pohon-pohon langka dan memiliki “mitos” tertentu meneduhi area di sekeliling bangunan yang kesemuanya dirancang terbuka untuk memaksimalkan pengembalian air ke dalam tanah.</p>
<p style="text-align: center;">
<p><strong>Satu Karya Produk Terbaik.</strong></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2010/02/MG_4939.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-136" title="_MG_4939" src="http://www.griya-asri.com/wp-content/uploads/2010/02/MG_4939.jpg" alt="" width="283" height="189" /></a></p>
<p><strong>Produk seni batik lawas karya Kriya Kertas – Bandung – terbit di majalah Griya Asri edisi bulan September 2009 berjudul : Pesona Tapestri Tenun Bati Lawas.</strong><br />
Kalau biasanya kain batik digunakan untuk membuat produk mode (fashion), kali ini batik tampil dalam pemakaian yang berbeda karena digunakan untuk tapestri. Penggunaan batik lawas untuk produk desain ini dapat dikategorikan sebagai suatu bentuk creative reuse dengan mengekslporasi motif, serat dan warna tetapi dalam bentuk dan aplikasi yang baru.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.griya-asri.com/2010/02/green-design-award-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rahasia “EMAS” FENG SHUI</title>
		<link>http://www.griya-asri.com/2010/02/rahasia-%e2%80%9cemas%e2%80%9d-feng-shui/</link>
		<comments>http://www.griya-asri.com/2010/02/rahasia-%e2%80%9cemas%e2%80%9d-feng-shui/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 02:48:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ragam Asri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.griya-asri.com/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[3CREATE diselenggarakan dalam rangka menyambut Dies Natalis Universitas Trisakti. Acara ini merupakan acara hasil  kerja sama antara Jurusan Arsitektur FTSP Universitas Trisakti, Ikatan Alumni Arsitektur Trisakti  “Adhipati” dan Himpunan Mahasiswa Arsitektur “Adhisthana”.  Golden Secret of Feng Shui, adalah salah satu topik seminar yang merupakan salah satu rangkaian dari acara dies natalis ini. Seminar diadakan pada  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>3CREATE diselenggarakan dalam rangka menyambut Dies Natalis Universitas Trisakti. Acara ini merupakan acara hasil  kerja sama antara Jurusan Arsitektur FTSP Universitas Trisakti, Ikatan Alumni Arsitektur Trisakti  “Adhipati” dan Himpunan Mahasiswa Arsitektur “Adhisthana”.  Golden Secret of Feng Shui, adalah salah satu topik seminar yang merupakan salah satu rangkaian dari acara dies natalis ini. Seminar diadakan pada  hari kamis, 5 November 2009 di gedung D kampus Trisakti. Yohan Suyangga, SE.,MM sebagai salah seorang pembicara mengungkapkan bagaimana ilmu feng shui dapat menghadirkan chi (energi) positif  dan menciptakan keseimbangan yang harmonis. Yohan menerangkan bagaimana membuat green interior pada sebuah rumah.  Dikatakan bahwa hal tersebut dapat dilakukan dengan pemanfaatan kembali furnitur lama, pemanfaatan daur ulang, pemakaian air purifying plants, penggunaan ruangan terbuka (adanya ventilasi), pemakaian eco LED yang dapat mengurangi radiasi dan menghadirkan taman kecil di halaman rumah.<br />
Menurut ilmu feng shui, green interior juga diciptakan dengan  menciptakan keseimbangan yang dapat mewakili  lima unsur yaitu air, api, tanah, kayu dan logam di setiap ruangan interior.<br />
Yohan menyebutkan bahwa keseimbangan  unsur “yin dan yang” juga perlu diperhatikan, misalnya keseimbangan antara unsur  panas dan dingin. Kamar mandi yang berada di bawah tangga yang dinilai tidak baik dapat diatasi dengan memperhatikan keseimbangan yin dan yang nya. Kamar mandi yang dinilai dingin sebaiknya diimbangi dengan menghadirkan sesuatu yang bersifat panas seperti penggunaan lampu bernuasa merah atau kuning.<br />
Ilmu feng shui ini banyak dipelajari oleh para pelaku desain interior dan arsitektur. Ilmu feng shui dapat menjadi salah satu ilmu yang dapat diterapkan dalam pembangunan rumah dan menjadi referensi  dalam mendesain sebuah bangunan. (QJ) ft :d</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.griya-asri.com/2010/02/rahasia-%e2%80%9cemas%e2%80%9d-feng-shui/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
