Penulis : Rifki Sungkar Fotografer : Rifki Sungkar
Daerah bagian utara Provinsi Kalimantan Timur ini, sejak zaman dahulu memang menarik perhatian terutama bagi para pengembara. Mengunjungi Pesisir Berau tidaklah terlalu sulit. Pintu masuknya melalui Tanjung Redeb yang dapat dicapai melalui penerbangan selama satu jam dari kota Balikpapan.
Pulau Derawan merupakan salah satu dari 41 pulau-pulau kecil di Pesisir Berau yang perairannya mengandung kekayaan laut luar biasa. Penelitian di perairan ini yang dilakukan pada tahun 2003 telah menemukan 460-470 jenis terumbu karang dan 832 spesies ikan karang. Dari sisi keanekaragaman karang keras dunia, Kepulauan Derawan hanya kalah dari Kepulauan Raja Ampat di Papua. Namun, yang membuat tempat ini terkenal adalah terdapatnya habitat penyu hijau. Beragam penginapan telah tersedia di pulau ini mulai dari kelas resor sampai homestay dengan kisaran harga yang bervariasi.
Selain pulau Derawan, adapula pulau Maratua yang tak kalah cantiknya. Maratua merupakan suatu pulau atol, dapat ditempuh sekitar satu jam dari Pulau Derawan dengan menggunakan kapal cepat. Di pulau ini suasananya lebih tenang dengan laut yang jernih dan daratan hijau tertutup vegetasi. Pengunjung dimanjakan dengan lokasi penyelaman yang tersebar di banyak tempat dan penyu hijau lebih mudah terlihat.
Tidak jauh dari Pulau Maratua terdapat Pulau Kakaban yang di dalamnya terdapat ekosistem unik berupa danau laut. Danau ini dihuni oleh empat jenis ubur-ubur endemik. Pengunjung dapat menikmati “sensasi” berenang bersama kelompok ubur-ubur ini yang sama sekali tidak takut dengan kehadiran manusia. Pada waktu-waktu tertentu, perairan antara Maratua dan Kakaban sering dilewati oleh kawanan ikan paus sehingga menjadi atraksi menarik untuk dilihat.
Jika masih belum puas, pesona alam lainnya masih bisa dilihat di Pesisir Biduk Biduk, yang terletak di Tanjung Mangkaliat. Hamparan hutan dataran rendah berisi pohon-pohon meranti yang tumbuh di atas batuan karst yang luas, dan menjadi tempat tinggal bagi beragam satwa liar seperti kera owa Kalimantan, lutung, dan ratusan jenis burung. Di danau Labuan Cermin, kita dapat melihat air sejernih cermin sampai dasarnya yang memiliki kedalaman 13 meter. Danau ini sesungguhnya sebuah laguna yang menjorok ke arah daratan, memiliki keunikan tersendiri. Bagian atas permukaan airnya adalah air tawar sedangkan bagian bawahnya adalah air laut. Suplai air tawar melimpah dari hutan dan tidak ada angin atau arus yang “mengaduk” air danau sehingga membuat kedua lapisan ini tetap terpisah. Pengunjung yang berenang di danau dapat melihat kawanan ikan-ikan laut di dasar danau dan ikan air tawar di permukaan danau.























