Penulis : Viva Rahwidhiyasa Fotografer : M. Ifran Nurdin
Taman yang mengelilingi bangunan berarsitektur tropis ini berbentuk persegi tak beraturan, dimana luasannya mencapai 1950 m² dalam formasi bentuk huruf U. Perbedaan desain di setiap area memberikan surprise (kejutan) yang tidak membosankan.
Keinginan pemilik rumah menghadirkan ruang terbuka untuk beraktivitas menguatkan keinginannya untuk fokus pada pengembangan taman saja. Prinsip rumah sehat, dengan matahari dan udara segar yang mengalir lancar diantara ruang-ruang dalamnya merupakan gambaran wujud sebuah konsep rumah ideal di perkotaan. Taman yang dikembangkan secara bertahap tersebut menerapkan konsep “taman tumbuh” karena pengembangan konsep dilakukan secara bertahap dan parsial. Pohon-pohon dan tanaman utama pada setiap area dipertahankan karena sudah membuat formasi bentuk dan komposisi yang berproses secara alami.
Secara keseluruhan taman tersebut terbagi menjadi tiga zona dengan regol (pintu kecil lengkap dengan gerbang) yang menandai batas antarzona. Zona utama yang ukurannya paling luas berada pada area yang mengelilingi bangunan utama. Adapun kedua zona lainnya berada pada posisi menyiku dengan zona utama tersebut. Kegiatan utama di ruang luar seperti berenang dan bersantai terletak di zona utama. Sebuah kolam renang berbentuk persegi memanjang mendominasi ruang pada zona ini. Kolam renang tersebut dilengkapi dengan sebuah gazebo dan dek kayu yang dilengkapi dengan seperangkat kursi taman. Untuk menunjang kenyamanan, pepohonan di seputar area ini sengaja dibiarkan rimbun dengan kanopi yang lebar seperti pohon kapuk randu jenis Variegata dan kelapa gading yang meneduhi seputar area aktivitas.
Ruang-ruang perantara didesain menyatu yang tujuannya untuk menyamarkan dinding pembatas atau lekukan-lekukan bidang masif yang memisahkan batas kaveling dengan tetangga. Nuansa tropikal sangat kental terasa melalui pemilihan tanaman bertekstur daun lebar dan hijau seperti Heliconia, Calathea rosemary dan Philodendron. Kerimbunan sangat terasa pada area di seputar pintu masuk (entrance) yag didesain unik dalam “kerangka boks kayu”. Sepasang kamboja meneduhi “bangunan transparan” ini, dipercantik dengan tanaman semak rendah yang dikomposisikan secara simetris.
Zona aktivitas lainnya berada pada kaveling berbentuk square didesain tertutup dengan sebuah regol sebagai akses yang dihubungkan dengan zona lainnya. Area ini didesain menyerupai suasana sebuah resor yang menyenangkan. Sebuah gazebo dengan sentuhan tropis modern menempati sudut terjauh, desain nya seolah-olah “melayang” dengan kolam ikan yang mengelilinginya. Selebihnya berupa hamparan rumput hijau dan pepohonan rindang. Sebuah area rumput ditinggikan kontur tanahnya dalam pola lekukan organik yang dimodifikasi menjadi putting green untuk berlatih golf. Permukaan tanah ditutup dengan rumput sintetis dan datar.
Zona yang terletak pada posisi paling belakang merupakan pelengkap dari area carport. Beberapa tanaman peneduh dadap merah ditanam di sepanjang pagar, lalu diantaranya diisi dengan beragam tanaman seperti bunga sepatu (Hibiscus), serta tanaman semak yang berukuran lebih rendah, yang tumbuh dan saling mengisi celah sehingga penampakan dinding pagar menjadi tersamar dan terlihat cantik. Konsentrasi hijauan lainnya difokuskan pada tepian yang berada di sepanjang selasar yang menghubungkan pos satpam ke arah garasi. Strukstur atap selasar yang datar dilengkapi dengan tanaman Lee Kwan Yeu yang tumbuhnya menjuntai sehingga membentuk “tirai” yang menutup bidang selasar. Apabila kita berjalan di dalam selasar, akan lebih terasa “sensasi” hijaunya, melewati tanaman hijau yang menyejukkan mata.
Lokasi :
Kediaman Keluarga Robert
Pondok Aren – Bintaro
Lanskap :
Rustam dari GonKu Lanskap








