Penulis : Imelda Anwar
Fotografer : Ahkamul Hakim
Hunian ini merupakan rumah contoh di kompleks Pramestha Residence dan karya konsultan arsitek Han Awal & Partners yang dirancang dengan tujuan melestarikan lingkungan dan memaksimalkan pemandangan alam sekitar dari dalam rumah. Arsitek berupaya mempertahankan kontur lereng yang curam dengan kemiringan sekitar 40o menurun ke arah belakang yang luasnya 1234 m2. Oleh karena itu, bangunan utamanya dirancang tunggal tapi terpisah 9 m dari jalan kompleks dan dihubungkan oleh “jembatan” yang sekaligus berfungsi sebagai area servis. Hunian ini dirancang dalam bentuk bangunan bertingkat dengan empat lantai tetapi dengan lantai dasar yang tidak melekat ke tanah, melainkan ditopang oleh konstruksi kolom-kolom struktur utama. Desain seperti rumah panggung modern ini bertujuan untuk menghindari perusakan lahan akibat pembangunan hunian, sekaligus menghindari teknik cut and fill lahan sehingga air hujan tetap mengalir atau meresap di lereng. Hunian seluas 570 m2 ini juga mengikuti aturan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) yang hanya 20% dari luas lahan. Area sekeliling massa bangunan ditanami dengan pepohonan agar sosok bangunan “tersamar” diantara penghijauan dan meredam terik matahari ke ruang dalam hunian. Menurut Yori Antar dari Han Awal & Partners, desain ini mengacu pada prinsip arsitektur modern dan berupaya membangkitkan kembali spirit art deco yang selama ini dikenal sebagai ciri bangunan di kota Bandung. Wujud bangunan yang didominasi oleh bentuk geometris dan bersih dari ornamen yang rumit ini dipertegas oleh susunan garis horizontal lantai per lantai dan deretan tiang-tiang struktural yang “ramping”.
Atap rumah dirancang datar dan ditumbuhi oleh tanaman sebagai upaya untuk “mengganti” lahan hijau yang “terambil” oleh tapak bangunan. Bukaan lebar dibuat di setiap ruangan agar memaksimalkan sirkulasi udara segar dan masuknya cahaya alami juga bidang penyekat (secondary skin) di area kamar mandi. Untuk ruang dalamnya, arsitek merancang susunan secara efisien, nyaman, ‘mengalir’ dan memberi pilihan atau ‘pengalaman’ yang berbeda di tiap ruang. Di lantai paling bawah ditata ruang rekreasi semi-outdoor dengan sensasi berada di kolong bangunan dilengkapi dengan kolam renang yang dibangun dengan konstruksi menggantung (over hang). Di samping dek kolam renang, terdapat tangga menuju lantai dasar. Di sini dibangun gazebo yang dikelilingi oleh pepohonan rimbun yang tinggi. Dalam memilih material, arsitek mengutamakan bahan alami seperti kayu merbau untuk kusen jendela dan pintu serta batu paras jogja untuk pelapis dinding muka. Untuk penataan interiornya, desainer dari konsultan W+ menciptakan suasana “hangat” sekaligus mengimbangi kondisi luar hunian yang cenderung dingin.
Lokasi : Rumah tinggal di Kompleks Pramestha Residence, Lembang Jawa Barat
Arsitektur : Yori Antar dan Adria Ricardo dari Han Awal & Partners
Lanskap : Karl Princic
Interior : W+
Konsultan Feng Shui : Dr. Mauro Rahardjo dan Lelyana Rahardjo






















