Penulis : Didan N.Sardjono
Fotografer : Ahkamul Hakim
Isu berbagai kerusakan alam telah menyadarkan semua pihak akan pentingnya kelestarian alam. Salah satu cara agar anak dapat secara dini mengetahui dan memahami berbagai masalah lingkungan adalah dengan mengikuti pendidikan yang menanamkan kesadaran akan pentingnya hal tersebut sehingga terwujud perilaku peduli lingkungan. Berkaitan dengan hal ini, muncullah sekolah alam yaitu sekolah yang mengutamakan pembentukan akhlak mulia, berwawasan ilmu pengetahuan dan mental menjadi pemimpin, dengan konsep mendekatkan diri pada alam. Metode belajarnya lebih banyak berinteraksi langsung dengan alam dan dapat “membaca” alam dengan cara pandang yang utuh dan menyeluruh agar anak lebih senang saat sedang belajar.

Salah satu sekolah alam tersebut adalah Sekolah Alam Indonesia yang berlokasi di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Tingkat pendidikan yang tersedia dimulai dari Taman kanak kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah (SM). Di sekolah ini, siswa belajar membahas tema alam semesta dengan dilihat dari sudut pandang berbagai keilmuan. Materi pendidikannya beragam diantaranya pengembangan akhlak dengan metode teladan, pengembangan logika dengan metode belajar action learning, dan pengembangan sifat kepemimpinan dengan metode belajar outbound training. Anak-anak belajar di saung berukuran 5m × 5m dan beratap rumbia., atau di kebun atau di ruangan terbuka, tanpa meja dan kursi sehingga timbul suasana yang lebih bebas bagi para siswa. Selain itu, proses belajar siswa juga dilakukan dengan mengunjungi sejumlah tempat yang terkait dengan tema pembelajaran lalu mereka disuruh menjelaskan semua yang dilihatnya. Adapula proses belajar melalui diskusi dan permainan dimana di atas lahan seluas 7.200 m2 ini, anak-anak disuguhi permainan seperti rumah pohon, kolam ikan yang tidak ada pagar dan tangga untuk memanjat pohon. Lahan di sekolah ini rimbun oleh pepohonan termasuk tanaman obat keluarga sehingga cocok untuk program kegiatan berkebun, bertani, beternak dan pengolahan sampah. Para siswa di sana tidak diwajibkan mengenakan baju seragam. Hanya diwajibkan menggunakan sepatu bot untuk memudahkan anak-anak beraktivitas di ruangan terbuka. Sekolah alam mendorong anak untuk aktif dan kreatif dan bukan semata-mata mendapatkan materi dari guru. Menurut Pendi Supendi, kepala sekolah Sekolah Alam Indonesia, sekolahnya berkonsep mendorong kemampuan khas setiap anak untuk dikembangkan karena setiap anak mempunyai bakat masing-masing. “Kita tidak boleh membebani anak dengan berbagai tuntutan dan tidak ada peringkat, yang penting adalah mengembangkan karakter anak-anak,” demikian ujar Pendi Supendi.







