Penulis : Viva Rahwidhiyasa
Fotografer : M. Ifran Nurdin
Ide untuk membangun tempat yang sangat eksotis ini muncul ketika Mulyadi, pemilik yang juga seorang pengusaha ekspor membutuhkan ruang pamer untuk berbagai produknya. Pengusaha reproduksi furnitur antik yang lahir dan dibesarkan di Salatiga, Jawa Tengah ini merasa tidak enak ketika mengajak buyer yang kebanyakan ekspatriat datang ke workshop yang kotor dan berdebu sehingga ia tertantang untuk membuat ruang pamer yang elegan. Namun, Mulyadi lebih tertarik untuk membuat sebuah tempat semacam galeri yang homy agar produknya bisa ditata cantik sekaligus memanjakan tamu yang berkunjung dengan fasilitas penunjang. Muncullah galeri multifungsi yang berkonsep resto, lounge dan spa yang diwujudkan pada sebuah area seluas 5200 m2 yang berada pada ketinggian 800 m dpl di kaki gunung Merbabu.
Dalam perancangannya, lahan yang berbentuk mengantong ini ditata dengan tiga massa bangunan yaitu bangunan penerima yang menyatu dengan bangunan lounge, bangunan restoran serta bangunan spa yang menyatu dengan penginapan. Penempatan setiap bangunan disesuaikan dengan kondisi tapak terutama pohon buah-buahan yang umurnya sudah puluhan tahun dan dipertahankan keberadaannya. Diantara massa bangunan dibangun fasilitas penunjang seperti kolam renang dan outdoor sitting area. Konsep bangunan mengadopsi bangunan Jawa dengan sentuhan kolonial pada detail elemen dekoratif dan pada finishing. Contohnya, pemakaian ubin teraso dikombinasikan dengan replika ubin kuno sebagai border lantai sedangkan daun pintu dan jendela menggunakan sistem ganda berupa kaca dan jalusi/ krepyak khas rumah Jawa. Prototipe bangunan seperti ini dan finishing dengan sistem white powder dianggap sesuai dengan karakter produk furnitur yang lebih ditujukan untuk konsumen high end. Ruangan ditata hampir tanpa sekat dan dilengkapi oleh void serta mezanin agar berkesan terbuka sekaligus memaksimalkan interaksi antara ruang dalam dengan ruang luar. Untuk interiornya, dalam tiap ruangan dijumpai beragam jenis kursi dengan aneka gaya dan fungsi beserta aksesorinya, sesuai dengan konsep galeri furniturnya. Sebagian furnitur merupakan replika yang mengacu ke beberapa gaya interior seperti etnik dan klasik serta mengandalkan kekuatan karakter kayu yang ingin ditampilkan. (more…)







