Penulis : Didan N.Sardjono
Fotografer : Ahkamul Hakim
Orangutan Borneo (Pongo pygmaeus) adalah satwa sejenis kera besar yang termasuk binatang langka yang dilindungi dan tidak boleh diperdagangkan karena terancam punah. Kini, adanya alih fungsi hutan menjadi perkebunan kelapa sawit dan hutan tanaman industri, penebangan liar, pembakaran hutan serta pertambangan merupakan ancaman bagi kehidupan orang utan Habitatnya semakin menyempit dan persediaan makanannya berkurang. Namun, di kawasan Samboja Lestari, terletak di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, satwa langka ini dapat dilihat secara jelas, tidak seperti memantau orangutan di belantara Kalimantan lainnya. Di sini orang utan tidak hanya beradaptasi dengan lingkungannya tetapi juga terbiasa hidup berdampingan dengan manusia. Kelestariannya ini dijaga oleh Yayasan BOS (The Borneo Survival Foundation) dan Program Regional Kalimantan Timur melalui Proyek Reintroduksi Orangutan Wanariset Samboja (PROWS).
Menurut Winda dari Yayasan BOS, awalnya lokasi ini berupa lahan alang-alang yang setiap tahunnya mengalami kebakaran. Oleh Yayasan BOS kawasan seluas 1.850 hektare yang tidak produktif dan gersang ini direhabilitasi menjadi hutan kembali yang nantinya berfungsi sebagai tempat perlindungan bagi satwa liar. Salah satu kegiatan yang dilakukan yaitu reintroduksi orang utan Borneo tersebut ke habitat alamnya dan terdapat pula konservasi satwa liar seperti beruang madu. Ada beberapa tahap yang harus dilalui orang utan Borneo dalam proses tersebut diantarnya melalui proses karantina, dimana orang utan yang telah diserahkan ke PROWS akan diperiksa kondisi kesehatan dan psikologisnya untuk menentukan proses selanjutnya. Di sini juga terdapat sekolah untuk melatih bayi orang utan dan meningkatkan kemampuannya untuk bertahan hidup di habitat asli dan membangkitkan insting serta kepekaan untuk mengenali kondisi lingkungan sekitarnya. Di kawasan Samboja Lestari terdapat sebuah pulau yang khusus dibuat untuk orang utan cacat dan hutan singgah bagi orang utan yang telah siap untuk dikembalikan ke habitatnya. Yayasan BOS bekerja sama dengan pihak lain juga melakukan kegiatan penyelamatan dan translokasi orang utan liar yang masuk ke areal perkebunan milik masyarakat dan perusahaan. Yayasan BOS juga gencar melakukan kampanye pelestarian orang utan baik untuk para pelajar maupun untuk masyarakat umum.
Di kawasan Samboja Lestari dibangun pula arboretum sebagai tempat konservasi plasma nutfah tanaman asli Kalimantan dan pembuatan kompos yang menjadi komponen penting untuk memperbaiki struktur tanah serta menambah hara di kawasan Samboja Lestari yang berpasir. Samboja Lestari juga merupakan kawasan percontohan pertanian organik yang sehat dan ramah lingkungan. Kawasan Samboja Lestari terbagi menjadi tempat beruang, daerah orang utan, tempat karantina dan penginapan. Penginapan ini disediakan untuk para pengunjung yang ingin menyaksikan orang utan dan beruang. Di tempat penginapan disediakan tempat memantau otang utan berupa menara pengamat.






