Penulis : Denyza Sukma
Fotografer : Ahkamul Hakim
Rumah yang berlokasi di Serpong ini merupakan kediaman Ir. R. Sulistyo Wicaksono, IAI yang akrab dipanggil dengan nama Cokie. Ketika melakukan perjalanan ke Paris, Cokie tertarik dan kagum melihat sebuah museum unik bergaya Maroko. Ketertarikan tersebut direalisasikan oleh Cokie, yang sekaligus seorang arsitek, saat membangun rumah tinggalnya yang berdiri di atas lahan seluas 1000 m2. Bentuk kavling yang berbentuk trapezium menambah tantangan Coke dalam mengadopsi gaya art deco Moroko yang dipengaruhi oleh “nafas” Islam ke dalam rancangan rumah tinggalnya. Contohnya, konsep inner courtyard tata ruang luar dan bagian dalam tampak menyatu seperti terlihat pada pembagian ruangannya.
Selain itu, kebiasaan keluarga muda ini yang senang menjamu kerabat dekat dan relasi di kediamannya juga menjadi acuan bangunan. oleh karean itu, hunian dirancang berupa dua massa bangunan dan diantara keduanya terdapat halaman dalam (innercourt) berupa kolam renang dengan lanskap sebagai penghubung bangunan. Massa bangunan pertama merupakan rumah induk dimana lantai bawahnya terdiri dari foyer, ruangan tamu, dan ruangan keluarga, sedangkan lantai atasnya terdapat kamar tidur utama, kamar tidur anak serta kamar tidur tamu. Massa bangunan kedua terdiri tiga kamar tidur tamu lengkap dengan kamar mandi dan balkon yang memiliki pemandangan ke taman. Pada satu sisi inner courtyard, terdapat ruangan untuk sarapan pagi merangkap ruangan serba guna yang memiliki akses langsung ke arah luar.
Selain itu, inner courtyard juga dihias dengan koleksi tanaman khas gaya Maroko seperti kurma, palem ekor tupai, kelapa hijau, dan phoenix. Penataan ruang dalamnya juga unik dan cocok dengan pola art deco bangunannya dimana sebagian besar perangkat interior rumah ini menggunakan furnitur etnik Indonesia. Furniture ini merupakan hasil hunting yang menjadi hobi Cokie karena menurutnya furnitur etnik Indonesia memiliki nilai seni tinggi dan material berkualitas baik. Warna-warna alam juga mendominasi rumah ini seperti terakota dan gradasi cokela demikian pula finishing bertekstur kasar (rustic) untuk dinding. Yang menarik adalah, di setiap ruangan muncul “aura” yang berbeda sehingga ketika kita memasuki ruang-ruang tersebut akan terasa suasana yang berbeda pula. Misalnya di ruangan tamu, walaupun berukuran kecil, kita disuguhkan suasana yang homey dengan suara gemericik air dari kolam di depan rumah. Selain itu, ada beberapa jenis perangkat yang didesain khusus, seperti alas meja yang dirancang dengan motif mozaik keramik khas Maroko. Rumah tinggal yang ditata bagaikan hotel ini memang cocok diberi nama Puri Shadrina, sesuai dengan nama putri semata wayang keluarga Cokie.
Lokasi : Kediaman Ir. R.Sulistyo Wicaksono, IAI di Vila Melati Mas, Serpong, Tangerang
Arsitek : Ir. R.Sulistyo Wicaksono, IAI







