Penulis : Didan Sardjono
Fotografer : Ahkamul Hakim dan Didan
Menutup tahun 2009, perupa Made Wianta kembali mengejutkan publik dengan menggelar pameran bertema Spotlight. Karya-karya yang dipamerkan di Galeri Nasional Jakarta ini merupakan karya-karya terbaru yang sudah lama diciptakannya, tetapi belum pernah dipublikasikan. Aneka karya yang dipamerkan kali ini sangat berbeda dengan karyanya terdahulu karena karyanya kali ini penuh dengan warna cerah.
Pameran Spotlight yang diselenggarakan oleh O House Gallery ini merupakan lukisan yang berasal dari beragam sketsa yang selama ini telah dibuat dan disimpan oleh Wianta. Sketsa-sketsa tersebut jumlahnya sekitar 4000, setelah sketsa dipilih kemudian dituangkan dalam kanvas berupa lukisan. Biasanya sketsa tersebut dibuat di atas kertas, kertas tisu, tiket pesawat atau tiket parkir, kardus, dan kertas pembungkus rokok. Sketsa ini dibuat ketika ia sedang berada dalam berbagai tempat seperti ruangan tunggu dan stasiun, atau sedang bersantai. Pada awalnya semua sketsa itu hanya disimpan untuk dokumentasi. Namun ketika sketsa sudah menjadi lukisan dan dipamerkan, lukisan tersebut menjadi suatu “kejutan” dengan pewarnaan yang cukup mencolok.
Sketsa yang dibuat hampir setiap hari ini bagaikan sebuah laporan perjalanan kehidupan Wianta kepada masyarakat sekaligus menunjukkan eksistensinya di dunia seni rupa., Bahkan menurut Wianta, setiap sketsa seperti mengandung detik-detik dari kehidupan kreatifnya. Lukisan yang Wianta pamerkan berobjek manusia, binatang dan alam. Namun bentuk setiap objeknya selalu mengalami perubahan. Lihat saja lukisan dengan objek manusia dan binatang. Kedua objek digambarkan seperti sosok yang mencekam dan aneh seolah-olah datang dari dunia gaib. Lukisan menggunakan warna-warna kontras yang tajam, garis-garis yang liar tanpa menghiraukan estetika. Hal ini tentu saja merupakan suatu “kejutan” mengingat selama ini Wianta adalah seorang seniman yang lebih dikenal dengan karya abstrak.
Pameran karya Wianta ini seperti mengantarkan Wianta pada suatu pencapaian bentuk perupaan yang “lentur” dan “bebas”, tidak terikat oleh struktur bahkan hampir tanpa gagasan. Wianta benar-benar membebaskan diri untuk mencapai gagasan. Melihat pameran lukisannya ini kita dapat menyimpulkan bahwa Wianta memiliki energi yang tak dapat disangsikan lagi bahwa pada dasarnya Wianta memiliki suatu energi kreasi yang luar biasa.
Made Wianta memang dikenal sebagai perupa dengan luapan ekspresinya yang lepas dan bebas. Baginya, ekspresi sepertinya adalah suatu obsesi yang senantiasa memotivasinya untuk tak henti-hentinya berkarya, entah dengan cara melukis, menulis puisi ataupun bermusik. Ia memang seorang seniman multi-talenta. Semua hal itu dilakukannya tanpa terikat oleh gagasan tertentu yang telah terkonsep sebelumnya. Ketika ia larut dalam proses kreatifnya yang serba spontan ini, garis, kata atau bunyi segera menjelma menjadi suatu karya tak terduga, dan akhirnya menemukan esensi tersendiri. Itulah Wianta yang pada pameran terakhirnya bulan Desember 2009 yang lalu memberikan “kejutan” bagi penikmat seni.







