Penulis : Imelda Anwar Fotografer : Tim Griya Asri
Desain retail merupakan hasil perpaduan harmonis antara disiplin ilmu arsitektur, desain interior, desain grafis dan periklanan. Rancangan tempat komersial seperti toko atau gerai (showcase) haruslah memperhatikan karakter dan keinginan konsumen serta menonjolkan keunggulan produk yang menjadi target jual. Lokasi tempat komersial baik berupa gerai di pinggir selasar pusat perbelanjaan/mal, pada salah satu dari deretan toko di mal, rumah toko / ruko yang berupa satu bangunan tersendiri juga memegang peranan penting. Tujuan desain retail ini antara lain mengakomodasi kegiatan belanja yang nyaman dan berkesan, memajang produk yang akan dijual, menyimpan stok barang, menampilkan citra perusahaan dan yang paling penting adalah “menarik” konsumen agar berbelanja di tempat tersebut dan ingin kembali lagi di lain kesempatan. Dalam perkembangan selanjutnya, desain retail tampil semakin inovatif dan berdaya saing tinggi seperti aktivitas berbelanja digabungkan dengan kegiatan lain dalam satu tempat (mix used area). Desain retail juga berkembang cepat seiring dengan berubahnya gaya hidup masyarakat agar dapat senantiasa memuaskan konsumennya. Tren global dan kebutuhan lokal menjadi faktor penentu terutama produk-produk yang berskala internasional serta memiliki rangkaian toko (retail chain) di beberapa negara. Tren desain retail masa kini lebih bersifat hiburan (entertainment) agar memberikan pengalaman berbelanja unik (shopping experience) bagi konsumen sehingga mereka selalu ingat dan ingin datang kembali. Pendekatan desain retail ini menjadi daya tarik utama yang merupakan kiat agar produsen dapat bertahan terutama menghadapi era digital.







