“ Pohon Aren dan Kali Code ”
Penulis & Fotografer : Didan N.Sardjono
Sultan yang mempunyai nama ketika lahir Bendoro Raden Mas (BRM) Herjuno Darpito ini lahir di Yogyakarta, 2 Maret 1946. Suami Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas dikarunia 5 orang putri. Putri sulungnya adalah Gusti Kanjeng ratu (GKR) Pembayun yang saat ini menjadi ketua Yayasan Silk, yang mempunyai program penghijauan di kawasan Imogiri tepatnya di bukit Watu Wedok, Watu Amben dan Watu Gedheg.
Sultan yang biasanya di panggil Ngarso Dalem ini, ditemui di sela-sela kesibukannya pada acara pencanangan Boekit Hijau BNI di Imogiri, sangat fasih menuturkan masalah penghijauan serta melontarkan pemikirannya tentang manfaat penghijauan untuk masa depan bangsa. Salah satu keinginan gubernur adalah agar kali Winongo yang berada dalam kawasan perbukitan menjadi kali yang bersih. Kemudian ada jalan umum sehingga memberi dorongan terhadap masyarakat untuk mengubah posisi rumahnya yang terletak dekat kali yaitu menghadap ke kali. Mengenai rumah di tepi kali ini gubernur bercerita, kebiasaan kita memperlakukan kali itu sebagai tempat pembuangan sampah. Kebanyakan dapur rumahnya menghadap ke kali agar sampah mudah dibuang ke kali. Dengan demikian kali tidak pernah bersih. Sultan selanjutnya bercerita tentang program permukiman yang sukses di Kali Code.
Rumah-rumah di sini dibebaskan dari IMB, bahkan diizinkan membuat rumah beringkat dengan syarat ruangan tamu rumah menghadap ke kali. Dengan syarat ini, masyarakat malu membuang sampah ke kali yang berakibat kali tetap bersih. Selanjutnya masyarakat disarankan membentuk kelompok-kelompok pencinta lingkungan. Sultan menginginkan agar pola permukiman di Kali Code dapat ditiru di kali Winongo.
Dalam kesempatan pencanangan program penghijauan tersebut Sultan juga bercerita tentang kayu aren. Kayunya keras tetapi tidak mudah terbakar dan dapat hidup pada lahan yang kurang subur. Pohon aren bermanfaat bagi masyarakat baik ijuk maupun buahnya. Gula aren yang dihasilkannya bisa diekpor ke luar negeri.
“Saya pernah membaca di suatu literatur mengapa tentara Vietkong bisa bertahan di hutan ketika digempur oleh tentara Amerika. Mereka bisa bertahan hanya karena minum nira dan makan buah kolang kaling dari pohon aren. Buah ituyang menyebabkan kebugaran seperti ekstra jos. Saya menyarankan pohon ini dapat dipertimbangkan untuk ditanam untuk penghijauan,” demikian antara lain cerita Sultan.




