Penulis : Imelda Anwar Fotografer : Sjahrial Iqbal
“Berbicara” di luar polemik seputar Buddha Bar, tempat ini tidak hanya melestarikan bangunan cagar budaya yang mempunyai nilai historis tetapi juga menghadirkan suasana oriental nan eksotis pada resto serta lounge-nya.
PT Nireta Vista Creative yaitu pemegang lisensi Buddha Bar di Indonesia, tertarik untuk memanfaatkan bangunan tersebut menjadi resto dan lounge bertaraf internasional dengan mengacu pada aturan dalam konservasi bangunan tua. Dalam hal ini, seluruh bagian dalam dan bagian luar bangunan tidak boleh diubah seperti detail ornamen tulisan Immigrasie Dienst atau Dinas Imigrasi pada dinding fasadnya. Menurut Robby Budiansyah dari PT Nireta Vista Creative, pemegang lisensi Buddha Bar di Indonesia, dinding dan plafon dalam bangunan ditutupi oleh dinding baru / false wall untuk melindungi dan menciptakan interior gedung sesuai dengan fungsi barunya. Upaya dan perhatian pihak swasta ini patut diapresiasi agar bangunan bernilai sejarah seperti gedung eks kantor Imigrasi tetap lestari. Konsep desain Buddha Bar Jakarta ini mengacu pada aturan dari rancangan Raymond Visan yaitu orang yang pertama kali menggagas dan mendirikan Buddha Bar di Paris, Prancis.
Dalam konsepnya, Raymond ingin menciptakan suasana nyaman yang berbeda dari umumnya serta hidangan ala oriental juga musik DJ. Ini terwujud diantaranya melalui susunan ruang / layout baru yaitu lantai dasar menjadi area pintu masuk dan ruangan khusus cerutu (cigar) di bagian muka serta area lounge serta ruang VIP di bagian tengah. Naik ke lantai atas, terdapat area makan (dining) yang menyatu dengan shushi bar dan dikelilingi oleh ruang-ruang VIP berbagai ukuran. Selain balkon yang menghadap ke halaman muka gedung, ada pula dua buah teras samping yang berorientasi ke arah taman yang merupakan tempat tamu menikmati segarnya udara terbuka bernuansa tropis. Penambahan tata pencahayaan (lighting), tata suara (sound system) dan lift yang berhasil “memanjakan” tamunya. Sebuah bangunan baru yang berfungsi sebagai dapur dan kantor juga didirikan di belakang gedung ini dan dirancang sedemikian rupa agar tidak mengganggu penampilan bangunan asli.
Salah satu ciri desain Buddha Bar yang telah berdiri di beberapa kota di dunia adalah interior yang menampilkan perpaduan gaya dari berbagai ornamen dekoratif dan benda seni khas Asia. Sebuah patung Buddha berukuran raksasa yang menjadi ornamen utama ruangan makan lantai atas dipadu dengan susunan kursi sofa berlapis kain mewah bermotif naga. Nuansa “dramatis” tercipta melalui deretan lampu gantung chandelier khas modern klasik. Dinding di ruangan makan VIP lantai atas dicat warna hitam sedangkan dinding di ruangan makan VIP lantai dasar berlapis wallpaper warna emas bermotif naga khas oriental dipadu dengan sofa berlapis kain mewah bermotif damask bernuansa klasik modern. Ruangan toilet wanita juga tampil memikat dengan wallpaper bertekstur kulit buaya warna hitam. Meja wastafel dilapisi oleh aluminium dan deretan cermin berbingkai warna emas.
Di teras, susunan kursi berlengan dari rotan sintetik dan jok berlapis kain warna merah ditata di atas lantai dek kayu disertai tanaman pot. Lampu dinding dari besi dan kanopi kanvas turut menghiasi area duduk tebuka ini. Unsur “kejutan” menjadi aksen atraktif dalam desain interior ini. Beberapa buah patung etnik dari negara-negara Asia Timur dipajang di cerukan dinding (niche) sedangkan area meja lounge dihias dengan lampu seperti lampion khas Jepang. Inilah wujud “sinergi” harmonis antara upaya konservasi bangunan dan desain interior berkelas yang inspiratif.
Lokasi : Buddha Bar di Menteng, Jakarta Pusat
Pengelola : PT Nireta Vista Creative









