Penulis dan Fotografer : Didan N.Sardjono
Di desa Karang Tengah, kecamatan Imogiri, kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta masih banyak terdapat perbukitan tandus, yang termasuk lahan krisis. Keadaan tersebut sangatlah memprihatinkan, karena lahan yang cukup luas itu tidak dapat dimanfaatkan masyarakat.
Melihat kondisi tersebut, banyak pihak yang berupaya menghijaukan bukit. Salah satu lembaga yang tergerak untuk melaksanakan penghijauan tersebut adalah Yayasan Royal Silk (Yarsik) yang dipimpin oleh GKR Pembayun, putri sulung Sri Sultan Hamengkubuwono X. Tujuan utama program penghijauan tersebut adalah menyelamatkan lingkungan perbukitan tersebut sekaligus mengangkat derajat ekonomi masyarakat sekitarnya. Saat ini kondisi lahan perbukitan tersebut mulai menghijau yang berdampak positif yaitu mampu mengangkat derajat kehidupan masyarakat sekitar.
Untuk lebih mempercepat proses penghijauan, Yarsik bekerja sama dengan Bank BNI untuk merintis dan mengembangkan penghijauan di daerah Imogiri. Kegiatan ini telah dimulai bulan Noveber 2009 yang lalu. Bank BNI memberikan perhatian besar terhadap penyelamatan lingkungan dan mendukung gerakan dunia dalam mengatasi pemanasan global. Maka dipilihlah kawasan Bukit Watu Wedok, Watu Amben, dan Watu Gedheg di kecamatan Imogiri sebagai kawasan yang akan dihijaukan melalui program Bukit Hijau BNI.
Kawasan bukit Watu Amben dan Watu Gedheg akan dihijaukan dengan tanaman jambu mete juga sekaligus sebagai lahan pengembangan sutra. Adapun kawasan Watu Wedok akan dihijaukan dengan tanaman langka sawo kecik dan jambu mawar. Kegiatan ini dapat menyelamatkan kedua tanaman yang hampir punah tersebut sekaligus menyelamatkan satwa langka khususnya kawanan kera dengan memberinya sumber makanan.
Menurut rencana Bukit Hijau BNI akan menghijaukan kawasan seluas 15 ha, yang pelaksanaan tahap pertamanya direalisasikan seluas 7 ha. Dengan rencana tersebut Bukit Hijau BNI berharap ketiga perbukitan tersebut akan kembali hijau sekaligus dapat menjadi penopang ekonomi masyarakat sekitar.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam kata sambutannya dalam rangka pencanangan program penghijauan antara mengatakan bahwa turis Jepang sudah memulai melakukan penghijauan di kawasan ini.Hal ini dapat mempercepat proses penghijauan.
Menurut Direktur Utama BNI Gatot Suwondo, program Bukit Hijau BNI merupakan salah satu wujud kepedulian BNI terhadap lingkungan hidup khususnya terhadap isu pemanasan global.
Secara konsisten BNI terus mendukung program-program yang terkait dengan lingkungan. Gerakan penghijauan lingkungan ini sekaligus dapat memicu dan mengajak masyarakat lingkungan sekitar untuk ikut peduli terhadap lingkungan yang akhirnya memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat sekitar. Mudah-mudahan apa yang dilakukan oleh BNI ini dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk keberlangsungan hidup. Dengan peduli terhadap lingkungan berarti berupaya mencegah global warming.
Dalam acara tersebut dilakukan penanaman pohon untuk penghijauan kurang lebih 200 tanaman, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Direktur Utama BNI Gatot Suwondo serta para undangan dalam acara ini ikut menanam pohon.








