January 8th, 2010
Penulis : Viva Rahwidhiyasa
Fotografer : Ahkamul Hakim

Komposisi bangunan yang melebar menyisakan ruang terbuka yang luas dan berorientasi ke taman belakang yang dirancang menyatu dengan padang golf yang terletak di kawasan Jakarta Utara. Fiify Eluza dan tim desain dari Bougainvillea Garden telah melengkapi rancangan konsep softscape pada proyek rumah tinggal ini. Pendekatan yang dilakukan lebih ditujukan untuk memvisualisasikan konsep hardscape yang sudah terbentuk, dengan sedikit pengembangan karena adanya penambahan area baru untuk menyempurnakan konsep yang ada.
Bentukan lanskap di lapangan golf dirancang terbuka, dengan tanah berkontur yang ditutup dengan rumput golf dan pohon-pohon kelapa yang kanopi daunnya meneduhi area tempat para pegolf beraktivitas yang dihubungkan dengan jalur pathway yang menghubungkan akses ke setiap titik hole. Konsep yang senada diterapkan di taman belakang yang menghadap ke arah lapangan golf agar taman dapat menyatu dalam bentangan alam yang saling berkesinambungan. Kondisi seperti ini jarang dijumpai di lokasi lain padahal kondisi ini dapat dimanfaatkan untuk menyempurnakan penataan ruang-ruang luar hunian. Read the rest of this entry »
Posted in Taman | No Comments »
January 8th, 2010
Penulis : Ferihan F. Aditya Fotografer : Sjahrial Iqbal
“Rumah Bambu”. Begitulah rumah tinggal ini sering disebut karena unsur bambu sebagai unsur dekoratif melainkan juga sebagai material utama dalam struktur bangunan. Bambu memiliki kekuatan dan elastisitas yang tinggi sehingga dapat digunakan sebagai bahan bangunan pengganti kayu maupun baja.


Konsep Massa Bangunan
Perencanaan dan perancangan rumah tinggal ini berawal dari konsep keluarga dan jumlah anggota keluarga. Massa bangunan dibagi menjadi tiga area. Area pertama adalah massa bangunan Timur untuk area orang tua, bersifat privat. Area kedua adalah bale-bale bambu terbuka di tengah lahan untuk area bersama, bersifat publik. Area ketiga adalah massa bangunan Barat untuk area anak-anak, bersifat semiprivat. Konsep dari bentuk fisik dan tata letak massa bangunannya sendiri disesuaikan dengan keberadaan 9 pohon cengkeh yang sudah berada di lahan tersebut sebelum dimulainya proses konstruksi bangunan. Hal inilah yang menyebabkan munculnya konsep bangunan ramping. Perwujudannya adalah massa bangunan dibuat dengan dengan sistem modular dengan jarak antar kolom sebesar 3.5 sampai dengan 4 meter yang diletakkan diantara pohon cengkeh yang tumbuh subur dan masih produktif. Read the rest of this entry »
Posted in Liputan Utama | 6 Comments »
January 8th, 2010
Penulis : Imelda Anwar Fotografer : Ahkamul Hakim
Rumah yang berlokasi di kompleks eksklusif Atmaya Residence, Cipete Jakarta Selatan ini hanya memiliki lahan seluas 300 m2 sehingga tidak memadai kebutuhan pemiliknya. Karena itu, arsitek yang merangkap desainer interior, Wahyu Auwines dari konsultan Teras Laras berupaya mengolah desain arsitektur, layout ruang dan interiornya agar terasa lapang dan nyaman. Dalam menggagas desain hunian ini, arsitek terinspirasi oleh “kearifan” bangunan panggung tradisional yang ukurannya tidak besar tetapi dapat mengakomodasi banyak kamar dan mengantisipasi perubahan cuaca.
Bagian badan bangunan didominasi oleh deretan jendela dan dinding kayu serta dinaungi oleh teritis lebar dan atap model pelana. Prinsip bangunan panggung diadopsi ke dalam wujud yang lebih simpel dan modern dimana lantai dasar hunian menjadi bagian kaki bangunan sedangkan lantai atasnya menjadi bagian badan. Proporsi bagian kaki hunian sengaja dibuat lebih tinggi dibandingkan dengan rumah panggung yang asli dan dindingnya “dilubangi” oleh jendela kaca lebar sehingga menyerupai “permainan” kubus (sculptured box). Pendekatan ini juga berhasil mengoptimalkan masuknya cahaya alami dan mengoptimalkan sirkulasi udara segar serta tersedianya pemandangan ke arah luar rumah. Read the rest of this entry »
Posted in Interior | No Comments »
January 8th, 2010
Penulis: Tika Bharly / Fotografer: Ahkamul Hakim

Dewasa ini masyarakat tampaknya semakin terbiasa dengan rumah bertingkat. Adanya keterbatasan lahan menyebabkan rumah-rumah seperti itu kini mulai menjamur di kawasan urban, terutama di kota-kota besar Indonesia.
Rumah ini terletaknya di kawasan perkotaan yang hiruk pikuk dan sangat padat hunian sedangkan luas lahannya termasuk kecil untuk dapat mengakomodasi kebutuhan gaya hidup sebuah keluarga modern. Belum lagi lingkungan sekitarnya yang kurang bersahabat dan kenyamanan dan keamanan yang kurang ideal. Akhirnya rumah tinggal ini dirancang dan dibangun sebagai bangunan gedung 4 lantai. Lantai pertama yang sejajar dengan jalan lingkungan dipakai untuk mewadahi area servis, termasuk garasi dan carport. Terdapat pula sebuah ruangan untuk tempat duduk keluarga serta sebidang halaman-dalam mungil yang dimanfaatkan untuk kelancaran sirkulasi udara dan cahaya. Uniknya, pintu utama dan area foyer justru terletak di lantai dua yang dapat dicapai dengan melewati sejalur sekuens pengantar berupa undakan tangga dan teras sebagai area transisi. Dengan demikian terbentuk alur ruang pintu masuk yang lancar serta terhindar dari hiruk-pikuk sekitar, menuju ke bagian dalam rumah yang nyaman dan menyenangkan. Dari area foyer tersebut kemudian didesain sebuah koridor kaca unik yang mengantarkan langkah menuju ke pantri putih dan area tangga utama yang menghubungkan lantai-lantai bangunan di rumah tinggal ini.
Kemudian terdapat sebuah void melebar di tengah ruangan yang menyatukan dua lantai pertama sebagai pusat area hunian ini. Keberadaan innercourt ini tidak hanya memberikan kesan lebih luas dan lapang, tetapi juga menghasilkan kesinambungan ruangan di lantai satu dan lantai dua yang sama-sama bersifat publik. Hal ini dipertegas desain bukaan kaca yang menerus menuju ke area halaman dalam dan area penggunaan kaca yang dominan sebagai sekat antarruang di lantai dua. Dengan demikian setiap ruangan di lantai satu dan ke lantai dua bukan saja terhubung secara visual tetapi juga berfungsi secara optimal sebagai ruangan-ruangan utama dalam rumah tinggal ini. Read the rest of this entry »
Posted in Arsitektur | No Comments »
January 8th, 2010
Penulis : Viva Rahwidhiyasa Fotografer : Sjahrial Iqbal

Mengakomodasi kebutuhan anak-anak yang masih berusia balita, seorang ibu mendesain innercourtyard huniannya menjadi taman bermain anak. Taman ini didesain tidak hanya memperhatikan keindahannya saja tetapi juga mempertimbangkan unsur kenyamanan dan keamanan sehingga anak bebas untuk bereksperimen.
Halaman belakang seluas 350 m2 tersebut dioptimalkan untuk menampung seluruh aktivitas mereka dalam bentuk taman bermain. Dalam hal ini keluarga Frans bekerja sama dengan Fiify Eluza dan tim desain dari Bougainvillea Cipta, untuk mewujudkan impian mereka membuat taman bermain buat buah hati mereka.
Read the rest of this entry »
Posted in Taman | No Comments »